Perahu Terbalik di Bengawan Solo Bojonegoro, 1 Orang Meninggal

Ilustrasi perahu terbalik di sungai. (Antara / Seno)
11 Februari 2019 13:17 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Suwarno, 43, ditemukan mengambang dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (10/2/2019) malam.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, Nadif Ulfia, mengatakan korban yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, selanjutnya diserahkan kepada keluarganya.

"Korban Suwarno langsung diserahkan kepada keluarganya setelah ditemukan di Bengawan Solo di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, pada Minggu pukul 23.30 WIB," kata dia di Bojonegoro, Senin (11/2/2019).

Dia menjelaskan Suwarno ditemukan masyarakat dalam keadaan mengambang di Bengawan Solo sekitar 2 kilometer dari lokasi perahu korban tenggelam.

"Setelah menjalani autopsi korban Suwarno langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," tambah dia.

Suwarno tenggelam di Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, dalam kecelakaan perahunya terbalik dan tenggelam, Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketika itu, dengan perahu Suwarno bersama  anaknya Faris, 13, dan seorang warga Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Munadim, akan mengambil jangkar yang dimanfaatkan untuk menambang pasir di tengah Bengawan Solo.

Saat akan mengambil jangkar di tengah Bengawan Solo itu, perahunya terbalik dan tenggelam. Dalam kejadian itu Faris dan Munadim berhasil diselamatkan warga dengan perahu, sedangkan Suwarno terseret derasnya arus Bengawan Solo hingga tenggelam.

Sebelum itu, Tim SAR BPBD dengan berbagai pihak terkait lainnya dengan dilengkapi perahu karet dan perahu tradisional melakukan penyisiran di lokasi perahu korban tenggelam, juga di hilirnya. "Arus air Bengawan Solo di lokasi korban tenggelam deras," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro, korban tenggelam memperoleh santunan yang besarnya Rp2,5 juta. Ia menambahkan selama Januari sampai Februari, sudah ada kejadian tiga korban tewas tenggelam termasuk di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara