Diperiksa Bawaslu karena Diduga Kampanyekan Capres, Begini Pembelaan ASN Madiun

ASN berinisial HA (membelakangi kamera) diperiksa Bawaslu Kabupaten Madiun terkait kasus dugaan netralitas ASN di kantor Bawaslu Kabupaten Madiun, Jumat (8/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Februari 2019 09:45 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun berinisial HA diperiksa sekitar dua jam oleh komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Jumat (8/2/2019).

\HA diperiksa atas dugaan pelanggaran netralitas ASN karena mendukung salah satu pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

ASN Kemenag Kabupaten Madiun itu dilaporkan seseorang setelah beberapa kali mengunggah foto, video, dan meme paslon capres dan cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno di grup Whatsapp. Selain itu, HA juga membubuhi unggahan itu dengan kata-kata dukungan kepada paslon 02.

Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, Nur Anwar, mengatakan terlapor diperiksa sekitar dua jam mulai pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dalam pemeriksaan itu, komisioner Bawaslu mengajukan sepuluh pertanyaan terkait materi yang disampaikan sampai statusnya di Kemenag.

Dalam keterangannya, ASN tersebut mengaku mengunggah itu dalam keadaan terpaksa. Tindakannya mengirim video dan gambar Prabowo-Sandiaga Uno di grup WA sebagai respons terhadap pilihan politik anggota grup yang tidak sama dengannya.

"Pengakuan terlapor, itu dilakukan dalam keadaan terpaksa. Kalau paksaan tidak ada. Tapi ini sebagai bentuk respons perlawanan terhadap pilihan politik yang berbeda," ujar dia, Jumat.

Pihaknya juga mencecar HA mengenai pemahamannya terkait aturan netralitas ASN. Setelah pemeriksaan ini, kata dia, Bawaslu akan mengkajinya dan merekomendasikan ke Komite Aparatur Sipil Negera.

Bawaslu telah memiliki bukti berupa bukti percakapan dan unggahan video gambar yang dikirim di grup WA.

Seusai menjalani pemerikaaan, terlapor langsung keluar dari ruang dan menuju mobil. Namun HA tidak menanggapi pertanyaan dari wartawan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya