Petani Cabai Ngawi Malah Tekor di Musim Panen, Ini Sebabnya

Ilustrasi pedagang cabai. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
08 Februari 2019 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Harga cabai hasil panen petani di wilayah Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, anjlok dari Rp8.000/kg menjadi hanya Rp5.000/kg. Akibatnya petani setempat kelimpungan karena mereka merugi.

"Hasil panen kali ini tekor. Untuk modal kembali saja sulit," ujar petani cabai di Desa Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi, Purwanto, kepada wartawan di Ngawi, Jumat (8/2/2019). Dia mengatakan harga panen cabai keriting di tingkat petani kali ini turun jika dibandingkan dengan panenan sebelumnya. 

Menurut Purwanto, harga komoditas pedas tersebut di tingkat petani saat ini Rp5.000 per kilogram, padahal sebelumnya masih Rp8.000 per kilogram.

Ia mennyatakan sudah melakukan empat kali petik atau panen sejak awal mula tanam beberapa bulan lalu. Setelah panenan kedua harga di tingat petani terus merosot tanpa tahu apa penyebabnya.

Akibat adanya penurunan harga, Purwanto  mengaku belum dapat menutupi biaya operasional tanam. Pihaknya semakin merugi karena masih harus membayar tenaga pemetik yang mencapai Rp50.000 per hari.

Purwanto menambahkan tanaman cabainya tidak tumbuh maksimal karena curah hujan tinggi. Akibatnya, cabai banyak yang busuk dan mati. "Petani benar-benar rugi. Tanaman sudah banyak yang mati, masih ditambah lagi dengan harga cabai yang rendah," katanya.

Pihaknya berharap harga kembali normal, sehingga beban kerugian yang ditanggung para petani di wilayahnya tidak banyak.

Idealnya, harga jual di tingkat petani mencapai Rp15.000 per kg. Dengan harga sebesar itu, ungkap dia, biaya operasional petani akan tertutup dan petani masih mendapat keuntungan.

Sebagai informasi, harga cabai di Pasar Besar Ngawi saat ini, untuk cabai keriting dan rawit mencapai kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah mencapai Rp24.000 per kilogram. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara