Pesawat F-5 Jadi Monumen di Lanud Iswahjudi Setelah 36 Tahun Mengabdi

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan monumen pesawat F-5 Tiger di pos timur Lanud Iswahjudi Magetan, Rabu (6/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
06 Februari 2019 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Pesawat tempur F-5 E/F Tiger yang telah memperkuat keamanan udara Indonesia selama 36 tahun akhirnya pensiun. Pesawat produksi Amerika Serikat itu kini dijadikan monumen di pos timur Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi Magetan.

Monumen pesawat F-5 E/F itu diresmikan secara langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna di pos timur Lanud Iswahjudi, Rabu (6/2/2019) pagi.

Pesawat buatan Amerika Serikat itu dikirim ke Indonesia pada 14 Mei 1980. Pesawat yang memiliki nomor TS-0509 itu merupakan pesawat ke-9 yang datang ke Indonesia. Pesawat tersebut juga memiliki jam terbang mencapai 5.850 jam dengan terbang terakhir pada 7 Maret 2012.

Selama masih beroperasi, pesawat tempur F-5 yang berada di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi telah melaksanakan berbagai operasi keamanan. Yakni operasi Panah tahun 1989-1992 di Aceh, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Elang Sakti, Operasi Garuda Jaya, dan operasi lainnya.

Setelah menjalani operasi yang begitu panjang, pesawat F-5 Tiger resmi dinyatakan grounded pada bulan Juni 2016. Dan sejak itu, pesawat ini mendapatkan predikat sebagai pesawat tempur paling lama mengabdi yaitu 36 tahun.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna kepada wartawan menyampaikan pesawat tempur F-5 Tiger digrounded karena persoalan teknologi persenjataan yang tertinggal, persoalan teknis, hingga persoalan ekonomis. Menurutnya, dijadikannya F-5 ini sebagai monumen karena bentuk penghormatan terhadap pesawat tempur yang telah selama 36 tahun memperkuat keamanan udara NKRI.

Dia menuturkan ada sejumlah pesawat F-5 lainnya juga telah dijadikan monumen di sejumlah tempat, seperti taman Mejayan, Kabupaten Madiun, museum, hingga di taman lalu lintas Bandung.

"Pesawat ini memberikan kenangan kita sebagai sejarah. Selain itu juga sebagai wahana edukasi mengenai alutsista. Masyarakat juga dibebaskan untuk berfoto dengan pesawat itu," jelas dia.

Pesawat tempur yang kini telah menjadi monumen tersebut telah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti mantan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto hingga KSAU saat ini Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Saat peresmian monumen pesawat ini, pesawat F-16 terbang di langit Lanud Iswahjudi sebagai pertanda monumen telah diresmikan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya