Ribuan Kiai dan Santri Madiun Raya Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Ribuan kiai dan santri ikut Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Madiun Raya di GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (5/2/2019). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
05 Februari 2019 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Ribuan santri dan kiai dari wilayah Madiun Raya memadati GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (5/2/2019) siang. Mereka ikut deklarasi mendukung calon presiden dan cakon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ribuan orang yang sebagian besar ibu-ibu itu mengenakan baju putih. Dalam Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) ini dihadiri Ketua Umum Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa.

Dalam acara itu, seluruh pengurus JKSN se-Madiun Raya mendeklarasikan dukungan untuk kemenangan capres-cawapres nomor urut 01. Dalam deklarasi itu juga disampaikan selama empat tahun menjadi presiden, Jokowi dianggap menghargai para santri dengan menetapkan Hari Santri Nasional pada 2015 dan telah berhasil membangun jalan tol yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua JKSN Pusat, M. Rozikin, mengklaim jumlah peserta yang ikut deklarasi di wilayah Madiun Raya ini mencapai 8.000 orang. Peserta deklarasi ini merupakan jaringan kiai dan santri di Madiun Raya.

"Ini nanti akan memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini merupakan jaringan kiai-santri. Pengusaha yang pernah jadi santri sehari pun ikut jaringan ini," jelas dia.

Tim JKSN dibentuk untuk membantu Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin dalam meraih dukungan suara terutama di basis massa santri dan kiai.

Dia mengklaim saat ini sudah ada 25 wilayah yang mendeklarasikan tim JKSN. Selain di Indonesia, JKSN ini juga ada di empat negara tetangga seperti Malaysia, Taiwan, Arab Saudi, dan Hongkong. Jaringan ini merupakan inisiasi dari Khofifah Indar Parawansa.

Saat acara deklarasi itu, Khofifah menyampaikan kepada para santri untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres April mendatang.

"Kalau ada pintu, kenapa harus lewat jendela. Kalau ada yang nomor satu kenapa pilih nomor dua," ujar dia kepada ribuan santri itu.