Pembebasan Lahan untuk Bandara Kediri Belum Kelar

Ilustrasi kesibukan di bandara. (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
05 Februari 2019 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Proses pembebasan lahan untuk rencana pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hingga kini masih belum selesai dan masih kurang sekitar 75 hektare lagi.

"Sekarang ini tinggal pembebasan untuk runway [landas pacu]. Jadi, karena perubahan saja. Dulu, arahnya selatan ke utara sekarang arahnya ke barat laut, arah Madiun, jadi tambah untuk pembebasan lahan dan masih kurang 75 hektare lagi," kata Wakil Bupati Kediri Masykuri di Kediri, Sabtu (2/2/2019).

Dia menambahkan pembahasan tentang kekurangan lahan itu dilakukan sebelum Januari 2019. Dirinya menduga, dari kebutuhan sekitar 75 hektare tersebut dimungkinkan sudah berkurang banyak.

Diharapkan proses pembebasan segera tuntas, sehingga pada Maret 2019 bisa selesai dan groundbreaking bisa segera dilakukan.

"Sekarang saya yakin sudah berkurang, sebab itu [evaluasi kurang 75 hektare] dibahas sebelum Januari 2019. Saya berharap selesai pembebasan, Maret bisa groundbreaking," kata dia.

Masykuri mengungkapkan proyek rencana pembangunan bandar udara adalah program dari PT Gudang Garam, Tbk Kediri. Proyek ini sudah menjadi proyek strategis nasional dan rencananya akan menjadi bandara internasional.

Rencana itu dilatarbelakangi adanya proyeksi Bandara Juanda Surabaya akan melebihi kapasitas pada 2020, sehingga harus dibangun untuk runway ketiga. Namun, hal itu diduga sulit terealisasi, sebab terkendala dengan pembebasan lahan mengingat tanah perkotaan sehingga terbatas.

Sementara itu, bandara di Kabupaten Kediri akan dibangun dengan runway seluas 3.200 meter, sehingga pesawat berbadan lebar bisa mendarat. Dengan itu, diharapkan bandara ini bisa menjadi salah satu alternatif kargo, termasuk nantinya untuk memfasilitasi pemberangkatan jemaah umrah.

"Pemkab ini hanya memfasilitasi karena ini murni dari CSR [Corporate Social Responsibility] Gudang Garam. Ini proyek strategis nasional, karena pada 2020 Bandara Juanda sudah overload sehingga harus membangun runway ketiga, tapi tampaknya tidak bisa. Makanya selain bandara ada tol dari Kertosono-Kediri, jadi pendekatan transportasi," ujarnya.

Wabup Masykuri menjelaskan rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah dibahas bahkan sudah dikirim ke Provinsi Jatim. Nantinya dari Kabupaten Kediri tinggal menyesuaikan dengan Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membangun bandara di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457 hektare. Untuk pembangunan, diperkirakan rentang nilai investasi untuk membangun bandara itu antara Rp1 triliun-Rp10 triliun. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara