Istri Pencipta Hymne Guru di Madiun Khawatir Rumah akan Dijual

Istri pencipta lagu Hymne Guru, almarhum Sartono, Damijati, 68, duduk di rumah suaminya di Jl. Halmahera No 98, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (4/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Februari 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Rumah almarhum Sartono, pencipta lagu Hymne Guru, di Kota Madiun hendak dijual. Informasi penjualan rumah tersebut dipasang di depan rumahnya di Jl. Halmahera No 98, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Rumah tersebut saat ini hanya dihuni oleh istri Sartono, Damijati, 68. Namun, rumah milik keluarga Sartono itu akan dijual oleh pihak keluarga saudara Sartono. Karena memang rumah tersebut merupakan harta warisan milik dari orang tua Sartono.

Saat Madiunpos.com mendatangi rumah tersebut, Senin (4/2/2019), Damijati tampak kelelahan dan duduk di kursi. Tulisan "dijual rumah dan tanah ini tanpa perantara" masih terpasang di depan rumah berukuran 15 x 8 meter itu.

Damijati mengaku rumah yang dulu ditempati almarhum Sartono dan kini hanya ditempati dirinya akan dijual oleh saudara kandung Sartono sejak pertengahan 2018 silam. Namun, sampai saat ini belum ada yang membeli.

Ia sempat sedih karena rumah bersejarah bagi pencipta lagu Hymne Guru itu akan dijual dan berpindah tangan ke orang lain. Damijati sendiri mengaku tidak mengetahui proses rencana penjualan rumah itu. Pensiunan guru itu tidak dilibatkan karena rumah tersebut memang milik orang tua Sartono.

Damijati yang tidak memiliki keturunan anak hanya bisa menunggu. "Rumah ini mau dijual dan nanti hasilnya akan dibagi ke ahli waris," kata dia yang tidak mengetahui tawaran harga jual rumah tersebut.

Hingga akhirnya, rencana penjualan rumah itu terendus oleh pemerhati pendidikan, seniman, hingga pemerintah. Banyak yang menyayangkan rencana penjualan rumah tersebut, karena rumah tersebut merupakan rumah bersejarah, terutama bagi dunia pendidikan.

Dia menuturkan tidak tahu bagaimana nasibnya ke depan kalau rumah tersebut benar-benar dijual. Ia tidak tahu lagi mau ke mana akan tinggal. Selama ini, perempuan berusia senja itu hanya mengandalkan uang pensiunannya sebagai PNS.

Namun, kini Damijati sedikit lega setelah banyak kalangan yang ingin membantu hidupnya. Selain itu, pemerintah pusat yaitu Kementerian Pendidikan juga memberikan harapan dengan akan membeli rumah bersejatah itu. Sehingga Damijati masih diperbolehkan untuk tinggal di rumah yang bangunannya didominasi kayu tersebut.

"Saya sudah agak lega sekarang. Setelah banyak kalangan memberi perhatian. Pemerintah juga telah memberikan perhatian kepada saya dan rumah ini," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya