Program Vokasi Industri Libatkan 300 SMK dan 60 Industri Jatim

Ilustrasi pelajar SMK. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
02 Februari 2019 00:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Sekitar 300 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 60 industri di Jawa Timur (Jatim) diproyeksikan dapat berkolaborasi dalam program vokasi industri tahun 2019 ini.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan dalam merealisasikan program vokasi industri tersebut Kemenperin perlu mengumpulkan berbagai informasi kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kerja.

"Kali ini kami bertemu dengan 30 pengusaha di Jatim untuk menggali informasi, sebetulnya tenaga kerja yang seperti apa yang dibutuhkan para industri sehingga ketika siswa SMK lulus, mereka bisa langsung bekerja tanpa perlu ikut pelatihan lagi di BLK," jelasnya di sela-sela Diskusi Program Vokasi, Rabu  (30/1/2019) malam.

Gati Wibawaningsih mengungkapkan selama ini banyak pelaku usaha mengeluh akan kualitas tenaga kerja mereka. Di samping itu, ada tuntutan peningkatan upah pekerja setiap tahun yang tidak diimbangi dengan peningkatan skill para pekerja.

"Harapannya dengan mengetahui kebutuhan industri, maka pendidikan vokasi akan ditambah kurikulum yang sesuai dengan jurusan dan sesuai kebutuhan industri," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 34 kompetensi yang telah diselaraskan dalam program vokasi industri ini, di antaranya seperti teknik kendaraan ringan, teknik mesin, instalasi listrik, teknik pengelasan, kimia industri, kimia analisis, otomasi industri, konstruksi kapal baja, teknik alat berat, pengecoran logam, perbaikan bodi otomotif, dan kelistrikan kapal.

Kompetensi lain yang diselarasan yakni teknik pembuatan benang, pembuatan kain, penyempurnaan tekstil, produksi pakaian jadi atau garmen, teknik furnitur, gambar mesin, fabrikasi logam, kontrol proses, elektronika komunikasi, manajemen pergudangan, dan pelayanan produksi.

Gati Wibawaningsih menambahkan saran dari pelaku industri yang bersifat umum nantinya akan masuk dalam kurikulum SMK dan saran yang bersifat khusus akan dimasukkan ke dalam program pelatihan intens.

"Berdasarkan informasi yang kami dapat dari pengusaha ini, ternyata kebanyakan yang paling dibutuhkan oleh industri adalah attitude para pekerja. Jadi nanti soal attitude ini bisa diusulkan ke Mendikbud mengingat kompetensi attitude ini diperoleh calon pekerja hanya dua jam dalam seminggu," imbuhnya.

Gati menambahkan pemerintah juga mendorong program vokasi industri ini dengan memberikan sejumlah fasilitas seperti bantuan alat industri untuk pembinaan SMK sebanyak 21 unit tahun ini.

Fasilitas itu di antaranya adalah dari Ditjen Industri Agro sebanyak 5 unit, Ditjen Industri Kimia, Farmasi, Tekstil (IKFT) sebanyak 5 unit, Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) 7 unit, Ditjen Ketahanan Pengembangan dan Akses Industri (KPAI) sebanyak 2 unit dan Ditjen IKMA sebanyak 2 unit.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com