Warga Tionghoa Madiun Dilarang Makan Ini Sebelum Bersihkan Rupang

Warga Tionghoa,Rabu (30/1 - 2019), membersihkan rupang atau patung dewa di Tempat Ibadah Tri Dharma Hwie Ing Kiong, Kota Madiun, untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2570. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
30 Januari 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Ratusan rupang atau patung dewa di Tempat Ibadah Tri Dharma Hwie Ing Kiong Madiun dimandikan dengan air kembang, Rabu (30/1/2019). Patung dewa ini dimandikan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2570.

Pada Rabu, sejumlah warga Tionghoa Madiun terlihat mendatangi kelenteng di Jl. HOS Cokroaminoto, Kelurahan Kejuron, Kota Madiun. Kemudian mereka menggunakan kain untuk membersihkan rupang dewa tersebut. Mereka membersihkan rupang dengan air yang telah dicampur dengan kembang seperti mawar, melati, dan kenanga.

Humas Kelenteng Hwie Ing Kiong Madiun, Lianawati, mengatakan ada ratusan rupang atau patung dewa dibersihkan menjelang perayaan Imlek tahun ini. Kegiatan pembersihan rupang ini melibatkan pengurus kelenteng, warga, dan sukarelawan.

Dia menuturkan warga atau pengurus yang akan membersihkan rupang tidak boleh memakan makanan bernyawa atau harus jadi vegetarian selama proses pembersihan berlangsung. Setelah proses pembersihan rupang selesai, warga dibolehkan makan makanan yang bernyawa seperti daging maupun ikan.

"Yang membersihkan rupang tidak makan yang bernyawa. Artinya harus jadi vegetarian. Hari ini membersihkan, tadi malam sudah tidak boleh makan sesuatu yang bernyawa," ujar dia kepada wartawan di sela-sela pembersihan rupang.

Lianawati menyampaikan larangan untuk tidak makan sesuatu yang bernyawa supaya saat membersihkan rupang badannya bersih. Selain itu, supaya proses pembersihan rupang pun lancar dan tidak ada hambatan yang mengganggu proses pembersihan.

Pembersihan rupang diawali dengan pembersihan patung tuan rumah yaitu patung dewi laut atau Mazu Tian Shang Sheng Mu. Setelah itu, baru seluruh rupang lainnya dibersihkan.

"Rupang-rupang ini dibersihkan dengan menggunakan air kembang dan dicampur dengan minyak cendana. Ini supaya setelah dibersihkan jadi harum wangi," ujar dia.

Sebelum pembersihan dilakukan, warga Tionghoa Madiun juga melakukan sembahyang bersama dan meminta kelancaran dalam semua proses pembersihan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya