Petani Dagangan Madiun Diminta Tak Jual Durian ke Luar Daerah, Kenapa?

Buah durian. (shanghaiist.com)
29 Januari 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Seluruh petani durian di wilayah Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, diminta untuk tidak menjual hasil panennya ke luar Dagangan. Hal ini supaya orang yang ingin merasakan durian langsung datang ke Dagangan.

Camat Dagangan, Syahrowi, mengatakan pihaknya telah mengimbau kepada seluruh warga yang memiliku pohon durian untuk tidak menjual buahnya ke luar Dagangan. Hal itu, kata dia, untuk memperkuat karakter Dagangan sebagai wilayah penghasil durian di Madiun.

"Ini sifatnya hanya imbauan. Karena selama ini para petani juga banyak yang menjual buah durian di luar Dagangan," ujar dia, Sabtu (26/1/2019).

Para petani bisa menjual hasil panennya di pinggir-pinggir jalan dan di lokasi wisata seperti di Bukit Setepong dan Wana Wisata Waturumpuk. Menurutnya dengan menjual durian di kampung sendiri akan meningkatkan daya tarik wisatawan yang ingin datang ke Dagangan.

"Kalau selama ini kan durian kita banyak dijual ke luar Dagangan. Padahal kalau dijual sendiri di sini hasilnya akan lebih banyak dan perekonomian warga pun bisa meningkat," jelas dia.

Di Dagangan, jumlah pohon durian ada ribuan batang dan tersebar di sejumlah desa. Satu pohon durian biasanya bisa menghasilkan buah sampai 200 butir untuk sekali musim.

Dia menyampaikan untuk musim panen tahun ini hasilnya tidak begitu bagus seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada penurunan hasil panen mencapai 30%. Cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab turunnya produktivitas pohon durian.

Petani durian asal Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Egavia Mustofa, mengatakan sangat mendukung imbauan dari camat Dagangan soal pembatasan penjualan durian di luar daerah. Namun, pemerintah harus memfasilitasi petani untuk menjual buah durian yang dipanen.

Dia mencontohkan pemerintah bisa membuat pasar durian di Dagangan, sehingga seluruh hasil panen para petani bisa dijual di pasar tersebut.

"Selama ini kami menjualnya ke luar daerah karena di sana yang ada pembeli. Kalau dijual di Dagangan, apa ada yang membeli. Untuk itu harus ada pasar supaya terbentuk pasarnya," ujar dia.

Dia menyampaikan hasil panen durian tahun ini memang turun. Selain jumlah panen lebih sedikit dibanding sebelumnya, secara kualitas pun agak menurun.

"Tahun ini menurun. Biasanya satu pohon bisa 100 butir, sekarang hanya 70 butir. Buahnya juga banyak yang rusak dan busuk dalamnya," ujar dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya