200 UKM Mataraman Ikuti Kurasi untuk Jadi Mitra Binaan Pemprov Jatim

Kurator produk UKM/IKM dari Pemprov Jawa Timur menilai produk-produk yang diikutkan penilaian di Hotel Sun Kota Madiun, Kamis (24/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
24 Januari 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 200 Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UKM/IKM) di wilayah Mataraman mengikuti kurasi terpadu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/1/2019).

UKM/IKM yang lolos kurasi akan diikutkan dalam sejumlah pameran nasional maupun pameran internasional.

Masing-masing UKM/IKM dari wilayah Mataraman, seperti Jombang, Kediri, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, hingga Ngawi memamerkan produk-produknya di acara Kurasi Terpadu UKM/IKM Jawa Timur di Hotel Sun Kota Madiun.

Produk-produk yang diikutkan ini seperti produk makanan dan minuman, batik, kerajinan tangan, hingga kerajinan dari batu. Tim kurator yang menilai produk-produk tersebut yaitu Rosiawan dari Universitas Surabaya dan Damelina B. Tambunan dari Universitas Ciputra.

Kasubag Perdagangan dan Promosi Biro Ekonomi Pemprov Jawa Timur, Wahyu Ilham Pradana, mengatakan peserta sekitar 200 UKM/IKM datang dari berbagai daerah di wilayah Mataraman. Pada tahun 2019, ada tiga titik kurasi yang dilakukan di Jawa Timur.

"Tahap pertama kurasi dilakukan di wilayah Mojokerto pada tanggal 22 Januari lalu. Kemudian yang kedua di wilayah Mataraman ini. Yang ketiga di wilayah Malang Raya sampai Banyuwangi," jelas dia.

Wahyu menuturkan tim kurator akan menilai seluruh produk yang diajukan peserta. Nantinya akan dipilih produk-produk yang memenuhi persyaratan baik dari inovasi produk, kualitas peroduk, daya saing, dan tampilan produk.

"Kami tidak membatasi. Berapa saja UKM yang memenuhi persyaratan akan kita tampung," ujarnya.

Nantinya UKM/IKM yang memenuhi syarat akan jadi mitra binaan Pemprov Jatim. UKM tersebut akan diikutkan di berbagai kegiatan pameran baik tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional. Total pameran selama satu tahun di Jawa Timur ada 150 kegiatan.

Tujuan kurasi tersebut untuk mengetahui kualitas produk UKM yang selama ini dijalankan. Untuk pemkot/pemkab bisa melihat perkembangan UKM yang selama ini dibina.

Salah satu peserta Kurasi Terpadu Pemprov Jatim, Istianah, mengatakan baru mengikuti kurasi produk UKM. Dia berharap bisa lolos kurasi dan bisa mengikuti berbagai kegiatan promosi baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Harapannya pasti lolos. Kalau lolos kan bisa ikut berbagai kegiatan promosi. Dan itu bisa memperluas pasar," ujar pengrajin batu dari Kabupaten Pacitan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya