Begini Pendapat Ma'ruf Amin Soal Islam dan Kebangsaan

Ma'ruf Amin. (Antara/Raisan Al Farisi)
23 Januari 2019 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, K.H. Ma'ruf Amin, menegaskan masyarakat Indonesia tidak perlu mempertentangkan konsep antara Islam dan kebangsaan yang telah menjadi napas kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurutnya, merupakan harga mati yang wajib diperjuangkan.

Menurut Ma'ruf Amin, Islam Indonesia merupakan Islam yang kafah dan utuh. Konsep Islam dan kebangsaan itu sudah disepakati para ulama terdahulu. Sehingga. kata dia,  tidak perlu memepertentangkan antara Islam dan kebangsaan yang telah lama menjadi akar muslim di Indonesia.

"Kalau ada yang mempertentangkan Islam dan kebangsaan, berarti ada kesalahpahaman baik dari pemahaman keislamannya maupun pemahaman kebangsaannya. Para pendahulu kita sudah mensinergikan antara itu," kata Ma'ruf Amin saat memberikan ceramah soal kebangsaan dalam Halaqoh Nasionalisme di Gedung NU Center, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (21/1/2019).

Saat ini, kata mantan Ketum MUI itu, ada sebagian kelompok yang ingin agar ada pertentangan antara Islam dan kebangsaan. Ada kelompok yang ingin mengganti sistem di Indonesia dengan dasar lain seperti khilafah.

Menurut Maruf, khilafah memang sistem pemerintahan yang Islami. Namun, sistem pemerintahan yang Islami bukan hanya khilafah. Dia emnerangkan sistem kerajaan termasuk sistem Islami, contohnya Kerajaan Saudi Arabia. Keamiran juga sistem yang Islami. Republik juga sistem yang Islami seperti Republik Mesir, Repubik Turki, maupun Republik Indonesia.

"Kenapa khilafah ditolak di Indonesia. Saya bilang bukan ditolak. Tapi tertolak di Indonesia," tegas Ma'ruf Amin.

Pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 itu menegaskan sistem republik ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Sehingga kalau ada kelompok yang ingin mengganti sistem tersebut harus ditolak. Tidak hanya khilafah, tetapi sistem lain yang tidak sejalan NKRI juga harus ditolak.

"Persoalan khilafah ini kayak mau perang Baratayuda. Yang disepakati yang mana. Kalau [khilafah] disepakati ya bubar NKRI. Bagi kita NKRI harga mati. Sebenarnya ini sudah selesai," jelas dia.

Lebih lanjut, dia menyebut di Indonesia ini ada perangkat-perangkat yang kokoh menjaga persatuan Indonesia. Ada majelis agama seperti MUI, KWI, PGI, dan lainnya. Ada organisasi massa yang menjaga Indonesia ini tetap utuh seperti NU, Muhammadiyah, FKUB, dan organisasi keagamaan lainnya.

Meski perangkat-perangkat itu ada, namun potensi konflik antargolongan itu tetap ada. Untuk itu, NU terus mengembangkan prinsip-prinsip persaudaraan.

"Boleh berbeda-beda pilihan. Yang terpenting keutuhan bangsa ini sepanjang massa. Sedangkan pilpres itu agenda lima tahunan. Jangan sampai agenda lima tahunan merusak keutuhan bangsa," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya