Kisah Katak dan Nabi Ibrahim Antar Mahasiswa Unmer KKN di Madiun

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, melepas 424 mahasiswa Universitas Merdeka untuk KKN di wilayah Kabupaten Madiun, Senin (21/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
22 Januari 2019 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 424 mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Madiun diterjunkan ke masyarakat untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Madiun. Kegiatan KKN mahasiswa Unmer Madiun ini dilaksanakan 21 Januari hingga 22 Februari 2019.

Ratusan mahasiswa Unmer itu akan disebar di sebelas desa di enam kecamatan se-Kabupaten Madiun. Seperti di Kecamatan Wungu, Kecamatan Kare, Kecamatan Madiun, Kecamatan Dagangan, Kecamatan Saradan, dan Kecamatan Dolopo.

Ketua Tim KKN Unmer Madiun 2019, Luluk Suliatyo Budi, mengatakan program KKN tahun 2019 diikuti sebanyak 424 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai fakultas seperti fakultas Hukum, Ekonomi, Sospol, Teknik, dan Pertanian.

"Peserta KKN ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk ditempatkan di sebelas desa di enam kecamatan di Kabupaten Madiun," kata dia saat pelepasan pemberangkatan peserta KKN di Gedung Graha Samiarto Unmer Madiun, Senin (21/1/2019).

Dalam pelepasan peserta KKN Unmer itu secara langsung dilepas oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Kepada para mahasiswa itu, Ahmad Dawami menceritakan kisah seekor katak yang menolong Nabi Ibrahim saat terbakar. Saat Nabi Ibrahim terbakar dengan api sebesar gunung berapi, tidak ada yang ingin membantu memadamkannya.

Tiba-tiba datang seekor katak yang melompat-lompat dan membawa air dari sungai yang disimpan di mulutnya. Setelah itu, air yang ada di mulutnya itu disemprotkan ke api yang besar itu.

"Katak itu berusaha memadamkam api yang membakar Nabi Ibrahim. Namun, upaya yang dilakukan si katak sia-sia. Api yang membakar Nabi tidak mati," jelas dia dihadapan ratusan mahasiswa.

Meski tidak membuat api padam, tetapi niat dan keikhlasan katak ini yang dilihat Tuhan. Katak ini telah ikhlas dan mencintai nabi.

"Hingga akhirnya, haram bagi manusia untuk memakan katak. Arti dari kisah tersebut sekecil apa pun niat baik kita akan dibalas dengan kebaikan," kata Kaji Mbing, sapaan akrab bupati.

Menurut Kaji Mbing, pesan dari kisah tersebut untuk peserta KKN yaitu supaya seluruh mahasiswa peserta KKN bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan KKN. Dia berharap kedatangan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat Madiun bisa memberikan manfaat.

"Semisal, mahasiswa jurusan pertanian, bagaimana caranya ikut memajukan pertanian di Kabupaten Madiun. Ini yang menjadi harapan," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya