Trenggalek Giatkan Fogging dan PSN demi Cegah Demam Berdarah Mewabah

Ilustrasi fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk. (Solopos/dok.)
21 Januari 2019 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TRENGGALEK -- Penyakit demam berdarah menjangkiti sejumlah warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Untuk mencegah penularan penyakit kian meluas, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkesdalduk) Trenggalek melakukan kegiatan pengasapan (fogging).

Kepala Dinkesdalduk Kabupaten Trenggalek Sugito Teguh melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular M. Jarot Widiatmoko menyebutkan fokus pengasapan sementara ini gencar dilakukan di tiga kecamatan yang terdeteksi muncul korban demam berdarah.

"Tindakan pengasapan terus kami koordinasikan dengan jajaran puskesmas, terutama yang daerahnya ditemukan kasus demam berdarah," ujarnya di Trenggalek, akhir pekan lalu.

Di wilayah Puskesmas Rejowinangun, misalnya, sampai saat ini sudah empat kali dilakukan pengasapan. Sementara di wilayah Puskesmas Gandusari dan Baruharjo, ungkap dia, masing-masing satu kali pengasapan.

Namun, dia menegaskan pemberantasan dengan cara tersebut kurang efektif, mengingat hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, sehingga jentik-jentik nyamuk atau nyamuk dewasa yang berhasil sembunyi dari asap masih bisa hidup.

"Karena itu, cara yang paling efektif untuk memberantas wabah DBD adalah dengan PSN [pembersihan sarang nyamuk]," ujar Jarot Widiatmoko

Dia menerangkan kegiatan fogging harus dilakukan dengan berbagai ketentuan, bukan hanya atas permintaan. Salah satu syarat fogging, di wilayah tersebut harus ada warga positif terjangkit DBD, juga ada penularannya sebab bisa saja virus DBD yang dibawa dari daerah lain.

Berdasar data Dinkesdalduk Kabupaten Trenggalek, dari 22 puskesmas yang ada di 14 kecamatan setempat, tercatat sudah ada 15 pasien demam berdarah yang dirawat di puskemas dan rumah sakit.

Pasien DBD itu mayoritas tersebar di wilayah tiga puskesmas, yakni Puskesmas Baruharjo, Gandusari, dan Rejowinangun.

"Makanya, karena kejadian seperti itu, kami berharap masyarakat jangan terlena dan selalu mengantisipasi terkait kemungkinan ada jentik-jentik nyamuk yang berpotensi menyebabkan penyakit DBD," jelasnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Antara