Tikus Serang 74 Ha Lahan Padi di Pilangkenceng Madiun

Bupati Madiun Ahmad Dawami bersama sejumlah pejabat dan petani melakukan gopyokan tikus di lahan pertanian di Kecamatan Pilangkenceng, Madiun, Jumat (18/1 - 2019). (Istimewa/Pemkab Madiun)
21 Januari 2019 07:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kalangan petani di Pilangkenceng Kabupaten Madiun, Jawa Timur, resah karena tikus menyerang lahan pertanian mereka yang ditanami padi. Petani khawatir mengalami gagal panen akibat serangan hewan pengerat itu.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Suyatno, mengatakan dari 222 hektare sawah di Kedungrejo, seluas 74 hektare di antaranya terserang hama tikus.

"Serangan tikus ini sudah dua kali sejak tanaman padi disemai. Kami juga harus gropyokan pada malam hari untuk membasmi tikus. Kalau tidak, padi yang sekarang berumur 40 hari ini tak bisa dipanen," ujar Suyatno kepada wartawan di Madiun, Sabtu (19/1/2019).

Dia menjelaskan para petani di desanya terus melakukan pembasmian hama tikus meski tak mudah. Jika terlampau sering disemprot pestisida, ungkap Suyatno, justru meningkatkan kekebalan tikus.

Jika mengandalkan jebakan listrik, justru semakin berbahaya karena jika lalai bisa mencelakai pemilik sawah.

"Karenanya, jebakan tikus dengan listrik tidak direkomendasikan. Kami membasmi tikus dengan cara tradisional yakni gropyokan," kata dia.

Menurut dia, sejak sebulan terakhir ini para petani di Kecamatan Pilangkenceng intensif melakukan gropyokan tikus. Bahkan, Bupati Madiun Ahmad Dawami terlibat langsung dalam kegiatan gropyokan saat meninjau lokasi sawah yang diserang hama tikus pada Jumat (18/1/2019).

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Edy Bintardjo mengatakan pemkab ikut terlibat dalam pembasmian hama tikus dengan menyediakan bantuan belerang dan pestisida. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, petani bisa mengambilnya di kantor dinas.

"Serangan tikus paling banyak terdapat di Kecamatan Pilangkenceng, Balerejo, dan Saradan," kata Edy Bintardjo.

Dia menyatakan selama sebulan dilakukan gropyokan, hasilnya sangat signifikan menekan populasi tikus. Selain itu, pembasmian tikus dengan gropyokan juga dinilai lebih baik. Cara itu tidak akan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Antara