Warga Mendak Madiun Khawatirkan Dampak Eksplorasi Geothermal

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengendarai motor trail saat meninjau lokasi bakal eksplorasi panas bumi di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
19 Januari 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Masyarakat Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, meminta kejelasan soal rencana eksplorasi sumber panas bumi yang ada di desa setempat.

Mereka tidak ingin nantinya terjadi dampak lingkungan yang justru merugikan.

Diberitakan, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, memiliki tiga titik panas bumi atau geothermal yang akan dieksplorasi oleh perusahaan PT Bakrie Darmakarya Energi.

Kepala Desa Mendak, Nur Kholifah, mengatakan masyarakat telah menunggu kejelasan wacana eksplorasi panas bumi ini. Warga justru meminta kejelasan terkait rencana eksplorasi panas bumi tersebut.

"Kami tidak mau menjadi korban seperti di Lapindo atau Sidoarjo. Jangan sampai masyarakat merasakan. Oleh karena itu kami butuh ketegasan, kejelasan," ujar dia kepada wartawan saat mendampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami mengunjungi Desa Mendak, Jumat (18/1/2019).

Nur menyampaikan pihak desa menunggu cukup lama terkait rencana eksplorasi panas bumi di Desa Mendak. Apalagi saat ini Pemkab Madiun dinilai lebih cepat dalam merespons rencana ini.

"Dari dulu kami sangat menunggu hal ini. Dengan adanya dukungan dari Pemkab Madiun, kami akan lebih proaktif lagi," ujar dia.

Nur juga meminta dari pihak investor juga bisa bersinergi dengan masyarakat. Masyarakat juga ingin tahu titik mana saja yang menjadi pusat panas bumi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan rencananya yang akan dimanfaatkan untuk eksplorasi ada sekitar 3.000 hektare. Lahan yang dimanfaatkan yaitu milik Perhutani.

Namun, ungkap dia, nantinya dampak yang ditimbulkan pasti akan dirasakan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan pihak investor yang akan mengeksplorasi geothermal di Madiun, PT Bakrie Darmakarya Energi, telah mengurus segala urusan administrasi yang dibutuhkan.

Mengenai dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari eksplorasi, Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu menjamin akan ada proses reklamasi hutan yang akan mengembalikan kelestarian lingkungan.

"Tahapannya ada. Sebelum eksplorasi ada sosialisasi. Itu harus ada. Terkait dampak sosial dan lingkungan," jelas dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya