2 Warga Kabupaten Madiun Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk. (Solopos/dok.)
18 Januari 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak dua warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD) pada awal 2019 ini. Selama bulan Januari ini tercatat sudah ada 46 kasus DBD yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, mengatakan selama Januari 2019 ada 46 kasus DBD. Dua orang di antaranya meninggal dunia karena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Sedangkan selama bulan Januari 2018 sampai Januari 2019 jumlah kasus DBD di Kabupaten Madiun ada sebanyak 170 kasus. Sepanjang 2017, jumlah kasus DBD mencapai 124 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

"Untuk januari ini yang meninggal dunia ada dua orang. Yang meninggal ini ada di wilayah Gemarang dan Dagangan," jelas dia, Jumat (18/1/2019).

Dua warga yang meninggal tersebut antara lain Dinar Ahmad Ibrahim,11, warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, dan Masyudi, 59, warga Desa Durenan, Kecamatan Gemarang.

Dia menyampaikan saat ini kasus DBD di semua daerah meningkat. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk sepekan sekali.

Untuk fogging atau pengasapan, Dinkes Madiun telah melakukannya di 40 titik di seluruh wilayah Madiun. Fogging ini penting untuk membunuh nyamuk.

"Kalau ada yang sakit panas dua hari. Saya harapkan bisa segera periksa ke dokter maupun Puskesmas," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya