Dapat Telepon Misterius, Orang Tua Siswa SD Madiun Heran Data Pribadi Bisa Bocor

Suasana saat jam pulang sekolah di depan SDN Guntur Kota Madiun, Kamis (17/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
18 Januari 2019 12:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sejumlah orang tua siswa SDN 01 Kartoharjo atau SDN Guntur Kota Madiun mempertanyakan bagaimana data pribadi anak-anak mereka bisa bocor kepada orang tak bertanggung jawab.

Para orang tua tersebut sebelumnya dihubungi penelepon misterius menanyakan soal identitas mereka yang bisa bocor ke luar sekolah. Mereka pun berharap identitas pribadi siswa dan orang tua tidak mudah diberikan ke pihak luar.

Salah satu wali murid SDN Guntur yang dihubungi penelepon misterius, Doni Setyo, mengatakan penelepon misterius itu mengetahui secara jelas nama orang tua, siswa, dan nomor telepon. Dia sempat menanyakan penelepon misterius tersebut mengetahui data pribadi itu dari mana.

"Siapa yang menyebarkan data pribadi ini. Kalau bisa data pribadi ini jangan sampai jatuh di tangan orang lain. Apalagi sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab," jelas paman siswa berinisial FE saat berbincang dengan Madiunpos.com, Kamis (17/1/2019).

Doni menyampaikan ibunda FE yang merupakan adiknya saat menerima telepon misterius itu sedang bekerja, Rabu pagi. Saat itu adiknya itu mendapatkan telepon yang menginformasikan anaknya mengalami kecelakaan jatuh di kamar mandi dengan kondisi belum sadarkan diri.

"Adik saya kemudian menanyai siapa yang menelepon. Dan dijawab salah satu guru di SDN Guntur. Karena adik saya hafal nama-nama guru di sekolah itu, akhirnya dia menyebutkan nama-nama guru itu. Kemudian telepon pun ditutup," kata Doni.

Orang tua yang ditelepon orang misterius lainnya, Liluk Dwi Mulyanto, menceritakan dirinya mendapatkan telepon saat sedang bekerja. Mendapat telepon itu, ia pun hanya menjawabnya sekadar basa basi dan kemudian menutup telepon.

Selanjutnya, Liluk mendatangi rumah sakit dan sekolahan untuk memastikan kondisi anaknya yang duduk di kelas III SDN Guntur itu. "Saya saat itu sempat khawatir. Tapi saya yakin itu yang menelepon bukan guru anak saya. Setelah saya cek ke sekolah, anak saya tidak apa-apa," ujar dia.

Liluk juga mempertanyakan hal yang sama. Bagaimana data pribadi siswa bisa diketahui oleh pihak luar sekolah. Menurutnya, data pribadi tersebut jangan sampai keluar karena menyangkut keamanan siswa.

Kepala SDN Guntur, Sriyatun, mengatakan sekolah tidak pernah mengeluarkan data pribadi siswa ke pihak luar. Dia juga tidak mengetahui para pelaku penelepon misterius itu bisa mendapatkan data pribadi siswa dan orang tuanya.

"Setelah kejadian itu, kami langsung memberi tahu wali murid untuk tidak langsung percaya pada telepon dari orang yang tidak dikenal," ujar dia.