Malang, Madiun, dan Jember Masih Butuh SPBU Baru

Ilustrasi SPBU (Bisnis/Rachman)
18 Januari 2019 10:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupaya keras mencapai target perolehan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sekitar Rp2 triliun tahun ini.

Salah satu caranya, Pemprov Jatim membuka peluang investasi bidang penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah kabupaten di Jatim.

Kepala Bidang PLL Bapenda Pemprov Jatim, Ismawan Taramurti, mengatakan saat ini daerah di Jatim yang masih sangat berpeluang membutuhkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yakni Malang, Madiun, dan Jember.

"Di sana yang besar-besar potensinya, karena setiap tahun kami mengadakan record wajib pungut yang berkontribusi terhadap pajak bahan bakar kendaraan, jadi kami punya data jumlah kendaraan di setiap daerah," katanya saat peresmian SPBU Shell Surabaya Barat, Kamis (17/1/2019).

Ismawan Taramurti menambahkan perkembangan jumlah kendaraan bermotor di Jatim dalam  beberapa tahun terakhir sangat pesat.

Saat ini di Jatim tercatat ada 19 juta unit kendaraan bermotor yang dimiliki masyatakat.

Ismawan menambahkan dari total penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor di Jatim tersebut, sebanyak 95% memang dikontribusi oleh Pertamina.

"Sisanya dikontribusi oleh Pertamina Patra Niaga, dan AKR Group. Bahkan pada 2005 pernah dikontribusi oleh Shell yang memberikan 5 besar dari total pendapatan pajak yakni sekitar Rp3 miliar, dam informasinya 2019 Shell ditarget Rp5 miliar," jelasnya.

Dia berharap, banyak kalangan swasta lainnya yang mau mengisi ceruk pasar BBM di Jatim, seperti Shell yang beroperasi kembali di Jatim dengan membuka empat SPBU bersamaan yakni dua SPBU di Surabaya dan dua SPBU di Sidoarjo.

"Alhamdulillah, Shell kembali masuk ke Jatim, seandainya Shell buka di kota-kota besar di seluruh Jatim," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Bisnis.com