4,29 Juta Penduduk Jatim Masih Miskin

Ilustrasi kemiskinan. (Solopos/Dok)
17 Januari 2019 02:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur (Jatim) pada September 2018 mengalami penurunan menjadi 10,85% dari total penduduk di Jatim yang hampir mencapai 40 juta jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, dalam siaran pres Selasa (15/1/2019) menjelaskan kodisi penduduk miskin di Jatim pada Maret 2018 mencapai 4,33 juta jiwa atau sekitar 10,98% dari total penduduk.

Lalu pada September 2018 menurun menjadi 4,29 juta jiwa atau sekitar 10,85%. "Jika melihat data tersebut, artinya jumlah penduduk miskin di Jatim berkurang sekitar 40.000an jiwa," ujarnya.

Teguh Pramono mengatakan peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

Dia menjelaskan sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 74,82%, sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yaitu sebesar 74,24%.

Berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi cukup besar pada garis kemiskinan makanan baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, gula pasir, tahu, tempe, dan daging ayam ras.

"Sementara itu, untuk komoditas daging sapi memberikan kontribusi yang cukup besar di wilayah perkotaan," imbuh Teguh Pramono.

Secara terperinci, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 7,06% turun menjadi 6,97% pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 15,30% turun menjadi 15,21% pada September 2018.

Namun secara jumlah, lanjut Teguh, selama periode Maret - September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,48 ribu jiwa dari 1,457 juta jiwa pada Maret 2018 menjadi 1,458 juta jiwa pada September 2018.

"Sedangkan di perdesaan turun sebanyak 40,92 ribu jiwa yakni dari 2,87 juta jiwa pada Maret 2018 menjadi 2,83 juta jiwa pada September 2018," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com