Kuota Penerima Bidikmisi Bertambah Jadi 130.000 Mahasiswa

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. (Antara/M Agung Rajasa)
12 Januari 2019 02:00 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kuota penerima program Bidikmisi pada tahun 2019 bertambah dari 85.000 mahasiswa pada 2018, menjadi 130.000 mahasiswa pada 2019. Hal itu sebagai bentuk komitmen dan fokus kerja pemerintah memprioritaskan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

"Kami akan tingkatkan dari 85.000 menjadi 130.000 penerima di tahun 2019 ini sehingga hampir 50 persenlah kenaikannya, mudah-mudahan nanti bisa berjalan. Karena yang selama ini saya rasa masih kurang," ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Rabu (9/1/2019), seusai memberikan kuliah umum di Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Menurut Nasir, program Bidikmisi dapat memotong mata rantai kemiskinan, karena anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berprestasi dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Dengan demikian, daya saing SDM nasional dapat terus meningkat.

Penambahan kuota penerima Bidikmisi juga sesuai instruksi Presiden, di mana prioritas pembangunan digeser dari infrastruktur ke pembangunan SDM.

Sebagai informasi, sebanyak 80 persen penerima bantuan Bidikmisi 2018 menunjukkan prestasi dengan meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3.00.

Nasir menambahkan, program bidikmisi sangat berkanfaat bagi masyarakat, karena memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saat ini, banyak alumni penerima Bidikmisi yang sudah bekerja di perusahaan swasta, BUMN, pendidikan, dan berwirausaha.

Selain Bidikmisi, pemerintah juga memberikan beasiswa lain, di antaranya Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua, Papua Barat, dan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara