Pabrik Kereta Inka di Banyuwangi Mulai Dibangun 24 Januari 2019

Kereta produksi PT Inka yang dipesan Bangladesh dikirim Selasa (2/10 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
12 Januari 2019 04:00 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BANYUWANGI -- Pembangunan pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia milik PT Inka (Industri Kereta Api) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bakal dilakukan pada 24 Januari 2019.

"Semua persiapan teknis sudah selesai, kami tinggal menyusun jadwal saja terkait kehadiran Ibu Menteri BUMN untuk memimpin peletakan batu pertama," kata Direktur Teknologi dan Komersial PT Inka Agung Sedaju, Jumat (11/1/2019).

Industri kereta api yang difokuskan menggarap pasar ekspor tersebut dibangun di lahan seluas 84 hektare di Kecamatan Ketapang, Banyuwangi. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung akhir 2019.

"Awal 2020 isi mesin dan teknologi, pertengahan 2020 mulai produksi. Kami menargetkan bisa memproduksi empat kereta made in Banyuwangi per hari untuk memenuhi pesanan ekspor," ujar Agung Sedaju.

Agung menjelaskan dalam pengembangan industri kereta api di Banyuwangi ini, pihaknya bekerja sama dengan Stadler Rail Group dari Swiss.

"Inka telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan dunia. Namun, hanya sebatas hubungan sebagai pemasok dan vendor. Tidak ada yang mau transfer of knowledge. Hal ini berbeda dengan Stadler Rail yang mau membawa teknologi dan pasarnya ke Banyuwangi," ujarnya.

Jadi, katanya, nanti semua pesanan kereta, baik pesanan Inka maupun Stadler, diproduksi di Banyuwangi. Inka fokus di pasar Asia, seperti Bangladesh, India, Filipina, sementara pasar Stadler untuk memenuhi pasar di kawasan Amerika dan Eropa. Selain itu PT Inka juga mengincar pasar Afrika, yang tetap diproduksi di Banyuwangi.

Dia memproyeksikan industri kereta di Banyuwangi akan memproduksi berbagai jenis kereta, seperti kereta Metro, LRV (Light Rail Vehicles), dan beberapa jenis lainnya. "Kami akan mampu menyerap tenaga kerja 500 hingga 2.000 orang nantinya," ujarn Agung.

Bupati Abdullah Azwar Anas, Jumat, mengatakan semua persiapan teknis terkait peletakan batu pertama itu telah rampung dilakukan oleh BUMN perkeretaapian yang berpusat di Madiun tersebut.

Anas dalam keterangan tertulis Pemkab Banyuwangi menambahkan Pemkab Banyuwangi berharap kehadiran industri perkeretaapian tak hanya berimbas positif ke ekonomi lokal, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

"Maka kami sangat senang, karena Inka berjanji melibatkan politeknik dan SMK di Banyuwangi agar bisa menghasilkan SDM perkeretaapian yang unggul, yang bisa membanggakan sektor manufaktur Indonesia," ujar Anas.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara