Pasar Legi Darurat di Lahan Eks RSUD Ponorogo Bawa Berkah untuk Warga

Pedagang menggelar dagangannya di pasar darurat Pasar Legi di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Jumat (4/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
11 Januari 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Keberadaan pasar darurat Pasar Legi Ponorogo di lahan bekas RSUD dr. Harjono, Jl. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Jawa Timur, membawa berkah tersendiri bagi warga di sekitar pasar darurat itu.

Perekonomian warga di sekitar lahan tersebut bangkit lagi setelah sebelumnya mati karena RSUD dr. Harjono berpindah ke Kelurahan Paju.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andanawarih, mengatakan keberadaan pasar darurat Pasar Legi memang membawa keuntungan tersendiri bagi warga yang tinggal di lokasi pasar darurat. Setelah gedung RSUD dr. Harjono pindah ke Kelurahan Paju pada tahun 2012, kawasan itu sepi dan kegiatan ekonomi di kawasan itu sudah tidak terlihat lagi.

Namun, sejak adanya pembangunan pasar darurat di lahan bekas RSUD dr. Harjono itu, perekonomian warga sekitar lahan mulai bergeliat. "Warga justru banyak yang berterima kasih ke pemerintah. Karena mereka bisa berjualan kembali. Ada efek ekonomi untuk warga sekitar lahan yang digunakan untuk pasar darurat," kata Addin saat dihubungi madiunpos.com, Jumat (11/1/2019).

Dia menyampaikan ribuan pedagang dari Pasar Legi Ponorogo akan menempati pasar darurat itu selama kurang lebih satu tahun. Karena diprediksi pembangunan Pasar Legi yang menghabiskan dana sekitar Rp244 miliar itu  membutuhkan waktu selama satu tahun.

Dengan waktu yang hanya satu tahun itu, kata Addin, warga sekitar pasar darurat justru berharap ada tambahan waktu. Hal itu supaya perekonomian mereka juga bisa ikut terdampak.

"Mereka ada yang jualan bubur, makan, dan lainnya. Mereka berjualan di emperan rumah. Mereka tidak boleh berjualan di jalan," jelas dia.

Selain itu, keberadaan pasar darurat ini juga menghidupkan kembali usaha jasa parkir. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kelurahan sertai masyarakat setempat. Warga diberi kewenangan untuk mengelola lahan parkir pengunjung pasar darurat asalkan tempat parkirnya bisa tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di lokasi pasar.

Seorang warga Kelurahan Keniten, Siti Maryam, 64, mengatakan memulai berjualan nasi sejak pasar darurat tersebut dibangun. Ia menyediakan nasi bagi para pekerja proyek pasar darurat.

Warga yang rumahnya persis berada di depan pasar darurat itu mengatakan sudah berjualan makanan sejak RSUD dr. Harjono berada di lokasi itu. Namun, setelah rumah sakit pelat merah itu berpindah, kawasan itu pun sepi dan warungnya pun tutup.

Maryam berharap keberadaan pasar darurat ini tidak hanya satu tahun saja. Melainkan bisa diperlama hingga bertahun-tahun supaya perekonomiannya terus hidup.

"Ya senang, karena warungnya buka lagi. Sudah banyak yang berkunjung ke sini untuk sekadar makan maupun minum kopi," ujarnya saat berbincang dengan Madiunpos.com, Jumat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya