Nikmati Asyiknya Berwisata dan Belajar di Taman Lokomotif Madiun

Kepala PT KAI Daops VII Madiun Heri Siswanto (kiri) melihat lokomotif buatan Henscel, Jerman, seusai meresmikan Taman Monumen Lokomotif C2606 di Madiun, Senin (7/1 - 2019). (Antara/Siswowidodo)
10 Januari 2019 14:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Masyarakat Kota Madiun, Jawa Timur, kini memiliki alternatif tempat wisata baru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Pada Senin (7/1/2019), Kepala PT KAI Daops VII Madiun Heri Siswanto meresmikan Taman Monumen Lokomotif C2606 sebagai simbol sejarah dan tempat bermain bagi warga Kota Madiun.

Taman monumen lokomotif tersebut berada di dekat Jalan Perlintasan Langsung (JPL) Nomor 138 yang kewenangan tugasnya ada di Stasiun Madiun. Heri Siswanto mengatakan konsep taman tersebut dibuat tidak hanya untuk ruang terbuka hijau (RTH), namun juga sebagai tempat hiburan.

"Selain sebagai taman bermain, Taman Monumen Lokomotif C2606 ini nantinya juga sebagai sarana edukasi masyarakat tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia, terutama bagi warga Kota Madiun," ujar Heri Siswanto di sela-sela kegiatan peresmian monumen tersebut.

Pembangunan taman monumen tersebut bermula dari seringnya warga Kota Madiun, terlebih yang tinggal di sekitar lintasan kereta api dan Stasiun Madiun, bermain dan berkumpul di area tersebut. Biasanya warga berdatangan pada sore hari.

Warga biasanya membawa anaknya untuk bermain di area tersebut sambil melihat kereta api yang melintas. Padahal sesuai UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, hal tersebut adalah dilarang karena berada di daerah tertutup untuk umum.

"Diharapkan dengan dibuatnya taman tersebut, aktivitas warga untuk bermain bisa terakomodir. Sehingga warga aman dan perjalanan kereta api juga lancar," kata Heri Siswanto didampingi Deputy Vice President Rumekso.

Adapun data teknis Lokomotif C2606 adalah lokomotif uap buatan Pabrik Henschel, Jerman. Lokomotif tersebut digunakan pada masa penjajahan Belanda.

Lokomotif tersebut memiliki susunan gandar 0-6-0T dan berat 21 ton. Lokomotif itu dapat menggunakan bahan bakar kayu jati atau batu bara dan memiliki kemampuan jalan dengan kecepatan 25 kilometer per jam. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara