Musim Hujan, 1 Desa di Kabupaten Kediri Masih Kekurangan Air Bersih

Ilustrasi dropping air bersih. (Istimewa/BPBD Ponorogo)
10 Januari 2019 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali mengirimkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Di Sepawon, ratusan kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan air bersih akibat semakin menyusutnya sumber air Clangap sebagai dampak kemarau panjang dan minimnya curah hujan.

"Kami lakukan pengiriman air di sana [Desa Sepawon], karena musim kemarau panjang sebelumnya dan intensitas hujan saat ini yang belum terlalu tinggi," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata di Kediri, Rabu (10/1/2019).

Dia menambahkan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan observasi awal ke Desa Sepawon yang dilaporkan terkena musibah kekurangan air.

Hasilnya, air yang mengalir di sumber tersebut terlalu kecil sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sebagian warga Desa Sepawon. Apalagi di wilayah sumber Clangap banyak pohon besar yang ditebangi untuk membuka lahan pertanian baru.

Menurut Randy Agata, kekurangan air bersih di Sepawon sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir, yakni mulai November 2018. Ada tiga dusun di Desa Sepawon mengalami kesulitan air bersih, yakni Dusun Petung Ombo yang terdapat 410 KK dengan 1.230 jiwa, Dusun Gatok 92 KK dengan 224 jiwa, dan Dusun Badek 358 KK dengan 1.012 jiwa.

"Ini tentunya juga berpengaruh pada daya serap air yang mengganggu sumber mata air yang ada. Selain penanganan darurat dengan pengiriman air bersih, pemerintah juga sedang mengupayakan penyelesaian masalah tersebut dengan pembuatan sumur bor dalam," katanya.

Lebih lanjut, Randy Agata mengatakan BPBD Kabupaten Kediri langsung mengirim air bersih ke Sepawon. Sebelumnya, BPBD juga sudah mengirim air bersih ke daerah itu sejak 17 September 2018 sampai dengan 14 November 2018 atas permintaan perangkat desa setempat.

"Kami tidak membatasi kuantitas maupun waktunya. Kami cukupi sesuai kebutuhan. Untuk pengambilan air kami koordinasi dengan pihak Perkebunan Ngrangkah Sepawon. Jadi, air kami mengambil dari perkebunan untuk didistribusikan ke warga," kata Randy Agata.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara