7,5 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Malang

Kepala KPP BC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan (kanan) dan Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jatim II Agus Hermawan (kiri) di acara pemusnahan jutaan barang ilegal di Malang, Selasa (8/1 - 2019). (Bisnis/Choirul Anam)
09 Januari 2019 22:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Jutaan barang ilegal hasil penindakan dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPP BC) Tipe Madya Cukai Malang, Selasa (8/1/2019). Barang yang dimusnahkan itu di antaranya 7,5 juta batang rokok ilegal.

Kepala KPP BC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan mengatakan selain rokok, juga dimusnahkan barang kena cukai (BKC) tembakau iris sebanyak 13,9 ton atau setara dengan 13,9 juta batang, BKC MMEA (minuman mengandung etil alkohol) sebanyak 160.983 liter, dan barang kiriman pos yang terdiri atas kosmetik, makanan, obat-obatan, suplemen berjumlah 494 item barang.

“Total keseluruhan nilai barang hasil penindakan barang kiriman pos sebesar Rp43,5 juta, sedangkan total perkiraan kerugian yang dialami negara dari barang-barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp2,950 miliar,” katanya di sela-sela pemusanahan jutaan barang ilegal di Malang, Selasa.

Selama 2018, Bea Cukai Malang telah melakukan serangkaian penindakan di bidang kepabeanan dan cukai di wilayah Kota Malang, Kota Batu, dan Kab. Malang berupa 253 Surat Bukti Penindakan (SBP).

SBP dimaksud terdiri atas 173 penindakan barang kiriman pos, 55 penindakan terhadap BKC hasil tembakau, dan 25 penindakan terhadap BKC MMEA.

“Salah satu tindak lanjut penanganan barang bukti hasil penindakan yang didapati melanggar UU Kepabeanan dan UU Cukai, dan telah ditetapkan sebagai barang milik negara, dengan dimusnahkan,” katanya.

Survei yang dilakukan Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis Fakultas dan Bisnis Universitas Gajah Mada menyebutkan prosentase rokok ilegal hingga akhir 2018 sebesar 7,04%, menurun signifikan bila dibandingkan 2016 yang sebesar 12,14%.

Menurut dia, Bea Cukai Malang turut berkontribusi dalam pencapaian tersebut mengingat jumlah penindakan terhadap rokok ilegal yang mengalami peningkatan hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski begitu, Bea Cukai Malang akan semakin meningkatkan pengawasan untuk menekan peredaran rokok ilegal sehingga tercipta daya saing yang seimbang antarpelaku usaha.

Selain meningkatkan pengawasan, Bea Cukai Malang juga meminta masyarakat untuk membantu memberantas peredaran rokok ilegal dengan cara tidak membeli, mengonsumsi, maupun memproduksi BKC ilegal.

Bea Cukai juga akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat dan akan meningkatkan kerja sama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya, yakni Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, Pemda, dan instansi lainnya.

Peran serta masyarakat dalam membantu Bea Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya, baik dengan memberikan informasi pelanggaran ketentuan, maupun meningkatkan kesadaran untuk dapat memenuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai.

Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jatim II Agus Hermawan mengatakan tahun ini Bea Cukai di wilayah tersebut akan semakin menggenjot pemberantasan rokok ilegal. Hal itu terkait dengan target Kemenkeu, yakni di 2019 ada penurunan peredaran rokok ilegal hingga 3%.

Selain itu, pemberantasan rokok ilegal sebagai upaya menggenjot penerimaan cukai karena tahun ini sektor perpajakan penerimaannya dipatok naik 15%. Di sisi lain, tarif cukai tidak naik tahun ini.

“Kami akan merapatkan barisan agar upaya pemberantasan rokok ilegal betul-betul efektif,” katanya.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Malang Johny mendukung upaya peningkatan intensitas dalam pemberantasan rokok ilegal oleh Bea Cukai karena di lapangan bisnis masih marak. “Tapi operasinya jangan sampai bocor sehingga dapat berjalan efektif,” ucapnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com