523 CASN Jalani Pemberkasan, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung

Ilustrasi ratusan orang mengikuti tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
09 Januari 2019 18:05 WIB Rohmah Ermawati Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Plt Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Maryoto Bhirowo memberikan pembekalan kepada 523 calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS yang dinyatakan lolos seleksi dan harus memenuhi syarat kelengkapan administrasi.

"Para peserta yang telah dinyatakan lulus kami kumpulkan dan diberikan arahan untuk memenuhi kelengkapan administrasi yang dikenal dengan pemberkasan," kata Maryoto Bhirowo di Tulungagung, Rabu (9/1/2019).

Dikutip dari laman resmi Pemkab Tulungagung tulungagung.go.id, acara pengarahan CASN dilaksanakan Selasa (8/1/2019) di Pendopo Kongas ARum Kusumaning Bongso.

Dia menambahkan dari 5.590 peserta yang mengikuti seleksi penerimaan CPNS 2018 Pemkab Tulungagung, ada sekitar 523 peserta yang bisa melanjutkan ke tahap pemberkasan.

Mereka yang dinyatakan lolos kemudian dikumpulkan untuk mendapat pembekalan terlebih dahulu, guna memastikan tahap pemberkasan bisa dipenuhi dengan benar.

"Pemberkasan ini merupakan tahapan penting yang tidak boleh keliru. Jika tidak sesuai (ketentuan), bisa saja nama CASN bersangkutan dicoret dari daftar," ujar Maryoto. Hal ini sesuai dengan Peraturan BKN nomor 14/2018 tentang Pemberkasan Peserta yang Lulus Tes CPNS 2018.

Dalam pesannya, Plt Bupati Tulungagung di antaranya berharap para CASN nantinya memberikan pelayanan baik kepada masyarakat, menjaga netralitas ASN dalam pemilu, dan tidak boleh mengajukan pindah sekurang-kurangnya 10 tahun.

Dia menjelaskan hanya peserta yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang dapat diusulkan proses penetapan nomor induk kepegawaian (NIP) dan memperoleh surat keputusan tentang pengangkatan sebagai CASN.

"Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan peserta tidak melengkapi dokumen, maka peserta tersebut dinyatakan gugur," katanya.

Selain itu, kata Maryoto, apabila dalam pelaksanaan tahapan seleksi atau di kemudian hari setelah adanya pengumuman kelulusan hasil akhir, diketahui terdapat keterangan yang tidak sesuai atau tidak benar, panitia seleksi dapat menggugurkan kelulusan yang bersangkutan.

"Jadi jika yang tidak lolos dalam pemberkasan, dipastikan akan mengurangi kuota, dan nantinya akan diajukan dalam rekrutmen CPNS tahun mendatang," kata Maryoto Bhirowo.

Diacmenuturkan jumlah CPNS yang lolos seleksi ini belum mencukupi kebutuhan PNS yang diperlukan oleh Pemkab Tulungagung, terutama profesi guru. Sejumlah sekolah di pinggiran kota saat ini rata-rata memiliki satu guru berstatus PNS, hanya kepala sekolah atau wakil kepala sekolah.

"Memang kalau di wilayah kota masih banyak PNS-nya. Namun yang jelas masih jauh dari jumlah yang kita butuhkan," katanya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara