Di Ponorogo, Jokowi Tepis Hoaks Soal PKI yang Menimpanya

Presiden Joko Widodo menyalami warga Ponorogo saat acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Alun-alun Ponorogo, Jumat (4/12 - 2019) sore. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Januari 2019 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku geram atas berita hoaks yang mengisukan dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal PKI bubar saat Jokowi masih berusia empat tahun.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan 2.500 warga Ponorogo saat acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Alun-alun Ponorogo, Jumat (4/12/2019) sore.

"Jangan sampai percaya sama berita-berita yang kira-kira meragukan. Karena sekarang ini banyak berita fitnah. Saya berikan satu contoh. Jokowi itu PKI," kata Presiden Jokowi.

Berita-berita bohong mengenai Jokowi PKI itu, kata dia, banyak tersebar di sosial media. Berita bohong itu juga banyak tersebar di kampung-kampung dan desa-desa. Dari survei internal yang dilakukan, ada 9 juta orang percaya terhadap berita hoaks tersebut.

Jokowi mengaku selama empat tahun ini bersabar dalam menghadapi guncangan isu PKI ini. Namun, saat ini Jokowi akan bersuara karena dia menilai fitnah tersebut sudah keterlaluan.

Jokowi menegaskan berita tentang dirinya anggota PKI itu hoaks dan tidak benar. Ia mengaku baru dilahirkan tahun 1961, sedangkan PKI dibubarkan antara tahun 1965-1966. Sehingga janggal kalau dirinya menjadi anggota PKI pada saat berusia empat tahun.

"Masak anggota PKI balita. Jangan mudah percaya berita seperti itu," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang masih ragu terhadap dirinya, Jokowi menyarankan untuk tabayun dan mengecek ke rumahnya di Solo. Dia menyatakan keluarga besarnya merupakan penganut agama Islam.

Kepada ribuan warga ini, Jokowi kemudian menayangkan salah satu foto yang sempat viral di sosial media. Foto tersebut adalah foto Ketua PKI DN Aidit saat berpidato pada tahun 1955. Di foto itu sempat viral karena ada sesosok yang dianggap mirip Jokowi.

"Ini gambar DN Aidit, Ketua PKI. Dia pidato pada tahun 1955. Lah kok di depannya ada saya," katanya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak bertengkar dalam ajang pemilihan pemimpin seperti bupati, gubernur, maupun presiden. Masyarakat diminta untuk melihat calon dari rekam jejak, prestasi, program, misi, gagasan, dan ide yang dimiliki calon tersebut.

"Lihat saja rekam jejaknya. Prestasi dilihat juga. Punya prestasi apa. Programnya jelas tidak. Lihat semua," ujar Jokowi. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya