4 Warga Ngawi Meninggal Akibat Terjangkit DBD

Ilustrasi Nyamuk (Solopos - Whisnupaksa)
04 Januari 2019 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merenggut nyawa empat warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama 2018. Dari empat kejadian korban meninggal akibat terjangkit DBD tersebut, tiga di antaranya terjadi selama bulan November dan Desember 2018.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Ngawi Djaswadi di Ngawi, Jumat (4/1/2018), mengatakan sesuai data, korban salahs atunya seorang anak balita warga Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi, yang meninggal pada November 2018.

Sementara pada Desember 2018 terdapat dua warga yang meninggal akibat DBD, yakni satu warga Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, dan satu warga Desa Patalan, Kecamatan Kendal.

"Sedangkan yang satu kasus meninggal dunia terjadi pada bulan Januari 2018. Sehingga selama 2018 ada empat warga meninggal karena DBD," jelasnya.

Menurut dia, secara keseluruhan kasus DBD di Ngawi pada 2018 mencapai 600 penderita, meningkat dibanding 2017 sebanyak 550 penderita. Dari 600 kasus DBD pada 2018, trennya meningkat dalam dua bulan akhir tahun, yakni November dan Desember yang mencapai 262 kasus.

Selain sikap masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan, peningkatan kasus DBD juga dipengaruhi kondisi cuaca tidak stabil.

"Cuaca yang panas lalu tiba-tiba hujan atau sebaliknya, sangat membantu perkembangbiakan nyamuk penyebar penyakit demam berdarah," kata dia.

Djaswadi mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi maraknya sebaran penyakit DBD dengan rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M. Yakni menguras bak air kamar mandi, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur tempat-tempat penampungan air yang tidak dipergunakan. 

"Kuncinya sebenarnya ada di masyarakat sendiri. Siklus pertumbuhan nyamuk itu 10 hari. Kalau masyarakat sadar dan mau rutin menguras tempat penampungan airnya seminggu sekali saja, sudah tidak ada lagi DBD," terangnya.

Selain itu, jajaran Dinkes Ngawi juga akan mengevaluasi beberapa hal terkait penanggulangan penyakit DBD, di antaranya mengecek kesiapan puskesmas dalam menangani DBD, serta meningkatkan tata laksana manajemen penanganan DBD kepada rumah sakit.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara