KPU Bojonegoro Kunjungi Kampus dan Komunitas demi Sosialisasikan Pemilu

Siswa bermain ular tangga bertemakan Pemilu, Selasa (13/11 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
04 Januari 2019 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan mendatangi institusi pendidikan di wilayah setempat untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 kepada pemilih pemula dan muda.

"KPU fokus menyosialisasikan pemilu kepada pemilih pemula dan pemilih muda, karena berdasarkan Pemilihan Presiden 2014 jumlahnya mencapai 32 persen dari daftar pemilih tetap (DPT)," kata Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Bojonegoro Mustofirin di Bojonegoro, Kamis (3/1/2019.

Didampingi Divisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Bojonegoro Supardi, ia menjelaskan pemilih pemula dan muda itu merupakan pemilih yang baru akan mencoblos pada pemilu mendatang.

"Sosialisasi akan dilakukan dengan mendatangi langsung ke lembaga pendidikan, seperti kampus dan komunitas pemilih pemula," katanya.

Selain itu, KPU Bojonegoro juga akan menyosialisasikan pemilu kepada pemilih perempuan dan penyandang disabilitas dengan pola yang sama mendatangi langsung ke lembaga pendidikan maupun komunitas.

"Prinsipnya, KPU dalam sosialisasi mengajak pemilih pemula, pemilih perempuan dan juga disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu dan pilpres yang pelaksanaan coblosannya 17 April 2019," ucapnya.

Program KPU Bojonegoro lainnya, pada 28 Februari 2019 akan membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 4.571 tempat pemungutan suara (TPS). "Di masing-masing TPS ada tujuh petugas KPPS," ucapnya.

Ia menambahkan, tugas dan tanggung jawab petugas KPPS pada Pemilu 2019 lebih berat dibandingkan dengan pemilihan kepada daerah (pilkada), sebab ada lima kertas suara yang harus diperhitungkan, yaitu perolehan suara DPRD kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD, dan suara pemilihan presiden.

Oleh karena itu, kata dia, di masing-masing TPS nantinya hanya ada maksimal 300 pemilih, lebih rendah dibandingkan pilkada yang jumlah sekitar 500 pemilih setiap TPS.

"Soal logistik seperti bantalan, karet, dan alat coblos, juga keperluan lainnya yang menjadi tanggung jawab KPU daerah sudah siap semua, kecuali surat salinan daftar pemilih tetap (DPT) yang ditempel di setiap TPS," kata Supardi.

Hanya saja, lanjut dia, untuk pengadaan surat suara dan kotak suara ditangani langsung KPU Pusat.

Data di KPU Bojonegoro mencatat jumlah pemilih dalam DPT untuk Pemilu 2019 sebanyak 1.041.866 orang, meningkat dibandingkan dengan DPT hasil perbaikan sebelumnya sebanyak 1.040.383.

"Jumlah pemilih yang masuk DPT itu sudah final," tambah Ketua KPU Bojonegoro Abdim Munib.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara