Pendaki ke Puncak Lawu di Tahun Baru Merosot Akibat Cuaca Buruk

Para pendaki masuk jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu. (Istimewa)
03 Januari 2019 08:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Cuaca buruk berpengaruh pada minat pendaki merayakan pergantian tahun di puncak Gunung Lawu. Jumlah pendaki yang naik ke Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada momentum menyambut Tahun Baru 2019 menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Petugas loket jalur pendakian Cemoro Sewu, Suparman, di Magetan, mengatakan jumlah pendaki yang terdata di pos masuk jalur Cemoro Sewu sejak Senin (31/12/2018) pagi hingga Selasa (1/1/2019) sebanyak 850 orang.

"Jumlah pendaki Gunung Lawu yang melalui Cemoro Sewu sejak kemarin (Senin) pagi hingga siang ini (Selasa) sebanyak 850. Dibanding tahun-tahun sebelumnya pada saat pergantian tahun, jumlahnya sangat menurun. Selain karena ada libur panjang sebelum tahun baru, juga cuaca yang kurang mendukung," katanya, Selasa.

Menurut dia, pada saat pergantian tahun, biasanya jumlah pendaki yang melalui jalur pendakian Cemorosewu rata-rata antara 2.000 hingga 3.000 orang.

"Kemarin lusa (Minggu, 30/12/2018), jalur pendakian sempat ditutup, karena ada hujan dan badai. Tapi, kemarin pagi, ketika kondisi cuaca sudah normal mulai dibuka lagi," jelasnya.

Seorang pendaki warga Desa Sidowayah, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur,, Sujono,  menuturkan bahwa di kawasan puncak Gunung Lawu kondisi cuaca buruk. Bersama lima temannya, dia menginap di kawasan Hargodalem sejak Senin (31/12) pukul 18.00 WIB.

"Saya berangkat dari Cemoro Sewu Senin (31/12/2018) pukul 09.00, sampai di Hargodalem pukul 18.00. Kondisi cuaca sangat buruk, hujan deras dan terjadi badai di antara pos empat sampai pos lima," katanya.

Menurut dia, hingga Selasa pagi, di kawasan sekitar puncak masih terjadi hujan dan badai, sehingga banyak pendaki yang masih tertahan di kawasan puncak karena sebagian pendaki tidak berani menerobos kawasan yang dilanda badai.

Hal senada diungkapkan Suharto, pendaki asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia tertahan di antara pos dua dan pos tiga, karena terjadi hujan deras dan badai.

"Saya berdua dengan teman saya, Triyanto, berangkat pukul 18.00 dari Cemorosewu. Karena hujan deras dan terjadi badai, akhirnya kami mendirikan tenda sebelum sampai pos tiga," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, setiap pergantian tahun banyak pendaki menyambut datangnya tahun baru di puncak Gunung Lawu. Para pendaki biasanya menyaksikan matahari terbit dari kawasan puncak gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut itu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya