164 Kebakaran di Bojonegoro pada 2018 Hanguskan Harta Rp6,5 Miliar

Ilustrasi Kebakaran (Solopos - Whisnupaksa)
02 Januari 2019 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Kerugian dalam 164 kejadian kebakaran pemukiman, juga bangungan lainnya termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 2018 mencapai Rp6,537 miliar.

"Kerugian kebakaran pada 2018 itu meningkat dibandingkan kerugian kebakaran pada 2017 dalam 102 kejadian kebakaran dengan jumlah kerugian hanya mencapai Rp3,803 miliar," kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Senin (31/12/2018).

Dia menambahkan  banyakya kejadian kebakaran pada 2018, dibandingkan kejadian kebakaran pada 2017, disebabkan pengaruh musim kemarau yang panas. Dengan kondisi kemarau panas, tiga unsur segitiga tiga api yaitu panas, udara dan bahan bakar terpenuhi sehingga memicu terjadinya kebakaran.

Menurut dia, dari 164 kejadian kebakaran pemukiman, bangunan toko, pasar juga bangunan lainnya termasuk karhutla selama 2018 tidak ada yang disebabkan ada unsur kesengajaan.

"Kebakaran yang terjadi karena faktor kelalaian manusia. Untuk kebakaran pemukiman sebagian besar akibat hubungan arus pendek listrik PLN, selain perapian, kompor gas, juga faktor yang lainnya," ujarnya.

Dari pengamanan yang dilakukan, kata dia, kebanyakan kabel listrik PLN di pemukiman warga di wilayah pedesaan tidak standar sehingga memicu terjadinya hubungan arus pendek listrik.

"Kami terus menyosialisasikan di berbagai kesempatan agar warga memanfaatkan kabel listrik PLN yang standar," katanya.

Sukirno membeberkan kkejadian kebakaran selama 2018, lanjut dia, kerugian terbesar, antara lain, kebakaran pasar di Desa Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras, mencapai Rp350 juta. Selain itu, juga kebakaran rumah dan toko di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, mencapai Rp500 juta.

Lainnyakebakaran rumah dan dua gedung sekolah di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, mencapai Rp650 juta dan kebakaran sebuah gudang tembakau di Desa Baureno, Kecamatan Baureno, dengan jumlahkerugian mencapai Rp900 juta.

"Kebakaran yang terjadi juga mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Ada juga kejadian kebakaran kandang yang mengkibatkan sejumlah kambing, ayam dan buruh puyuh mati terpanggang api," ujarnya.

Ia menambahkan memasuki musim hujan besar kemungkinan kebakaran karhutla akan cenderung menurun, dibandingkan selama musim kemarau. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara