129 Nyawa Melayang di Jalanan Madiun Selama 2018

Ilustrasi kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
02 Januari 2019 07:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 129 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Madiun selama 2018. Rata-rata setiap bulan ada 11 orang meninggal dunia di jalan raya karena kecelakaan.

Kasatlantas Polres Madiun, AKP Imam Mustolih, mengatakan berdasarkan data jumlah kecelakaan lalu lintas yang masuk sepanjang 2018 ada 714 kejadian kecelakaan. Dari jumlah kejadian kecelakaan itu, 129 nyawa melayang.

"Jadi rata-rata per bulan ada 11 orang meninggal dunia gara-gara kecelakaan," kata dia, Selasa (1/1/2019).

Dari jumlah kejadian kecelakaan itu, kata Imam, sebagian besar diakibatkan human error atau kecerobohan pengendara. Ini menjadi keprihatinan bersama karena saat ini keselamatan di jalan raya belum sepenuhnya diperhatikan masyarakat.

"Kalau dibandingkan 2017, angka kecelakaan lalu lintas tahun ini lebih tinggi. Namun, untuk fatalitas kecelakaan menurun," ujar Imam.

Sebagian besar kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Saradan-Madiun dan Jalan Raya Madiun-Ponorogo. Sedangkan angka lakalantas di jalan tol terbilang masih kecil.

Kendaraan yang terlibat lakalantas ini paling banyak sepeda motor dan mobil. Ada beberapa kecelakaan yang melibatkan bus.

Imam mengaku sejauh ini telah melakukan berbagai upaya supaya bus tidak ugal-ugalan saat melintasi wilayah Madiun. Namun, para sopir bus ini kerap bandel dan tidak memerhatikan rambu-rambu lalu lintas sehingga kecelakaan yang melibatkan bus pun kerap terjadi.

"Kami berkali-kali ingatkan para sopir ini. Kalau mereka melaksanakan pelanggaran lagi hingga tiga kali. Kami meminta sopir yang bersangkutan dicabut izin menyetirnya," kata Imam.

Para sopir bus ini harus memahami mereka sedang membawa nyawa manusia sehingga harus lebih berhati-hati saat mengemudikan bus.