Putus Cinta, Pria Ponorogo Tewas Gantung Diri

Petugas melihat kondisi pria yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Sabtu (22/12 - 2018) pagi. (Istimewa/Polres Ponorogo)
22 Desember 2018 15:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO – Seorang pria bernama Nasir ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Sabtu (22/12/2018) pagi. Diduga pria berusia 29 tahun itu nekat gantung diri karena putus cinta.

"Benar tadi pagi ada seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Ngasinan. Pria itu gantung diri di tangga rumah menggunakan tali plastik," Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Ipda Satrio Teguh.

Menurut keterangan dari Angger Nurcahyo yang merupakan adik Nasir, kata Ipda Satrio, pria itu sudah tiga hari ini kelihatan bingung dan tidak semangat bekerja. Nasir memiliki pacar yang saat ini bekerja sebagai TKW di Taiwan.

Sudah sejak dua bulan lalu, Nasir putus cinta dengan pacarnya itu. Pacarnya yang berada di Taiwan itu sulit dihubungi.

"Kalau dari hasil keterangan adiknya, korban putus cinta. Diduga beberapa hari terakhir memikirkan pacarnya itu. Hingga akhirnya nekat gantung diri. Korban tidak mempunyai permasalahan baik dengan keluarga maupun tetangga," jelas Satrio.

Yang pertama mengetahui pria itu menggantung yakni Daniel Akbar yang juga adiknya. Kala itu, Daniel hendak mengajak kakaknya itu sarapan. Namun sesampainya di lokasi, remaja berusia 14 tahun itu menemujan sang kakak yang sudah tidak bernyawa tergantung di tangga rumah.

"Remaja itu pun kaget melihat kakaknya terbujur kaku menggantung. Kemudian kejadian itu dilaporkan perangkat desa setempat dan dilanjutkan ke Polsek Jetis," terang dia.

Petugas bersama warga kemudian menurunkan jasad pria itu. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya jenazah pria itu dimakamkan di permakaman umum desa setempat.