Lagi Ngehits, 25 Pemuda Madiun Belajar Mencukur Ala Barbershop

Sejumlah pemuda yang menjadi peserta kursus pangkas rambut di LPK Betarin Kota Madiun mempraktikkan ilmu yang didapatkannya, Jumat (14/12 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
17 Desember 2018 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Nurhadi, 28, dengan hati-hati menggerakkan gunting untuk memangkas rambut rekannya, Jumat (14/12/2018). Pemuda itu sedang mengikuti pelatihan mencukur dari pemerintah di Lembaga Kursus Betarin Jl. Prambanan No. 6, Madiun Lor, Kota Madiun, Jawa Timur.

Nurhadi bersama 24 pemuda lainnya sejak 1 November 2018 telah mengikuti pelatihan kecakapan kerja di Lembaga Pendidikan dan Kursus (LPK) Betari. Dari 25 peserta yang mengikuti kursus bidang mencukur dan kecantikan itu, ada sebelas pemuda difabel atau berkebutuhan khusus ABK.

Nurhadi menceritakan dirinya merupakan warga Kabupaten Ngawi dan tertarik mengikuti kursus gratis ini. Selama berbulan-bulan, ia mengikuti pelatihan mulai dari teori hingga praktik dalam mencukur.

Pemuda yang mengaku masih menganggur itu optimistis setelah mengikuti kursus tenaganya bisa dipakai di barbershop. Selanjutnya, ia berkeinginan untuk membuka barbershop sendiri.

"Ini kan usaha barbershop lagi ramai. Jadi kalau sudah lulus dan mendapatkan sertifikat ya bisa bekerja," ujar dia yang sebelumnya menjadi buruh pabrik di Jakarta.

Tidak hanya Nurhadi, sebelas ABK dari Madiun itu juga terlihat antusias dalam mencukur rekannya sendiri. Mereka mempraktikkan ilmu yang didapat dari para instruktur dalam kelas materi.

Setelah menjalani proses panjang yakni 50 kali pertemuan dalam kursus ini, mereka akan diuji apakah sudah layak atau belum. Kalau dinyatakan sudah layak akan mendapatkan sertifikat kompetensi.

Pimpinan LPK Betarin, Agung Kuntoro Wisnu, mengatakan ada sebanyak 25 pemuda yang mengikuti kursus mencukur dan kecantikan ini. Mereka mulai mengikuti kursus sejak 1 November 2018 hingga pertengahan Januari 2019.

Selama 50 kali pertemuan, para pemuda ini mendapatkan materi teori dan praktik. Peserta berusia antara 18 hingga 35 tahun. "Kursus ini dibiayai pemerintah pusat yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar dia.

Setelah peserta lulus dan dinyatakan kompeten, ujar Agung, mereka akan disalurkan ke barber shop maupun salon sesuai kecakapan mereka. Untuk itu, pihaknya memang sengaja telah bekerja sama dengan berbagai barbershop di wilayah Madiun dan sekitarnya.

"Karena setelah lulus nanti mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Jadi bisa dibuat kerja di mana saja," ujarnya.

Seluruh peserta mendapatkan materi yang sama. Namun, untuk peserta dari ABK memang mendapatkan perhatian lebih.

Menurut dia, para peserta ABK justru memiliki semangat tinggi dalam belajar. Meskipun terkadang kesulitan, namun mereka tidak pantang menyerah untuk terus mencoba.

Pihaknya membuka kelas untuk ABK karena ingin memberikan keterampilan yang sama. Sehingga mereka nantinya bisa bersaing di dunia kerja atau bisa membuka usaha potong rambut sendiri.

"Pada tahun lalu, sudah membuka kelas yang diikuti ABK di bidang merangkai bunga. Mereka banyak kami salurkan di toko-toko bunga," ujarnya.

Dia berharap ABK yang sudah lulus nantinya bisa diterima kerja di barbershop. Karena mereka juga mampu untuk berkarya dan kemampuannya sudah mendapatkan sertifikat dari pemerintah. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya