UMM bakal Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa dari Negara Afrika

Rektor UMM Fauzan (kanan) saat menerima Wakil Rektor IUIU Simbwa Gyagenda (tengah) di Malang, Jumat (7/12 - 2018). (Bisnis/Istimewa)
11 Desember 2018 18:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Sebagian dari 300 mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah penerima beasiswa. UMM menawarkan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswi dari negara-negara berkembang sebagai bentuk kepedulian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di negara-negara sahabat.

Rektor UMM Fauzan mengatakan UMM sedang membuka banyak beasiswa untuk mahasiswa dari negara berkembang. “Di tahun ini ada 300 mahasiswa asing yang belajar di UMM, sebagiannya melalui beasiswa,” ujar Fauzan di Malang, Minggu (9/12/2018).

UMM, lanjutnya, secepatnya akan membuka lowongan mendapatkan beasiswa sampai Afrika termasuk Islamic University in Uganda (IUIU ). Selain menawarkan beasiswa di masa depan, UMM memberi jalur kerja sama seperti lewat skema Erasmus Mundus dan Darmasiswa.

Sebelumnya pada Jumat (7/12/2018), Fauzan menerima kunjungan dari Wakil Rektor IUIU Ismail Simbwa Gyagenda yang bertujuan mempelajari rahasia UMM memajukan universitasnya.

Ismail mengeluhkan IUIU kekurangan sumber dana dan pengajar. Satu-satunya sumber dana yang diperoleh IUIU dari SPP mahasiswa. “Kami hanya mempunyai 9.000 mahasiswa, kebanyakan dari mereka juga tidak mampu sehingga kesulitan untuk bertahan,” ucapnya.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan IUIU adalah satu-satunya universitas Islam di Uganda. Namun, perhatian Pemerintah Uganda kepada IUIU sangat minim. Dana bantuan juga jarang datang. Untuk diketahui, peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Uganda hanya berada di urutan 157 dari 182 negara.

Sementara itu, Fauzan mengatakan besaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebenarnya rerata hanya Rp4 juta/semester yang dinilai relatif murah oleh Ismail.

SPP bisa ditekan karena UMM banyak memiliki unit bisnis. Pemasukan dari unit bisnis ini yang nantinya digunakan untuk meringankan biaya operasional perguruan tinggi. Selain itu, unit bisnis milik UMM juga dijadikan laboratorium terapan bagi mahasiswa.

“Pertemuan ini merupakan awal dari kerja sama kedua belah pihak untuk saling membangun bangsa melalui pendidikan,” tandasnya. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia