Mural, Body Painting, hingga Motion Graphic Semarakkan Madiun Creator Fest

Seorang seniman mural membuat gambar di media papan tripleks secara live di ajang Madiun Creator Fest 2018 di halaman Sun City Kota Madiun, Sabtu (8/12 - 2018) sore. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 Desember 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Puluhan seniman dan kreator berbagai kerajinan memeriahkan Madiun Creator Fest 2018 di halaman Sun City Kota Madiun, Sabtu (8/12/2018) sore. Mereka berunjuk gigi dengan menampilkan berbagai karya kepada masyarakat yang berkunjung.

Di ajang yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun itu, para seniman menunjukkan kelihaian tangan dalam menggunakan cat hingga kosmetik. Ada seniman yang membuat mural secara live di media tripleks berukuran 1x3 meter. Di media itu, seniman bernama Boski Julleo itu menggambar tangan membawa rokok.

Ada juga seniman mural yang membuat petani membawa tembakau di ladang tembakau yang penuh warna hijau. Selain seniman mural, juga ada seniman body painting yang secara live mengambar di badan seorang model. Para seniman ini dengan lincah mengecat tubuh model dengan cat beraneka warna.

Ada juga seniman-seniman yang menjual hasil kreasi berupa kerajinan dari stik bambu, stik kayu, kain flanel, patung, topeng, dan kerajinan lainnya.

Tidak hanya itu, di Madiun Creator Fest ini juga menghadirkan sejumlah pelaku usaha di bidang industri kreatif dalam coaching clinic. Ada Timoti Andre pelaku bisnis kreatif. Yeduntun Linus dan Dimas Panji yang merupakan kreator bidang motion graphic.

Mereka ini merupakan kreator asal Kota Madiun yang didatangkan untuk menceritakan bagaimana berbisnis kreatif dengan memanfaatkan tekhnologi.

Seperti Dimas dan Yeduntun, keduanya menjelaskan tentang motion graphic yang selama ini mereka geluti. Mereka pun memperlihatkan karya mereka kepada pengunjung yang dikemas dalam sebuah video pendek.

Salah satu perajin, Singgih Hermawan, mengatakan dirinya membawa sejumlah kerajinan dari stik bambu hasil karyanya. Di festival ini, ia ingin menunjukkan karya seni dari stik bambu yang bagi sebagian orang mungkin menjadi barang tidak berguna.

"Ini saya bawa gantungan lampu, miniatur rumah, tempat korek, tempat rokok, dan lainnya. Ini dibuat dari stik bambu yang sudah dibentuk kecil-kecil. Memang butuh kesabaran dalam membuatnya supaya bisa menjadi barang seni," ujar dia.