Tips Memotret Benda Cagar Budaya Ala Fotografer Yuyung Abdi

Fotografer profesional Yuyung Abdi memberikan materi kepada peserta workshop yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa di The Sun Hotel Madiun, Kamis (6/12/2018). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
07 Desember 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kota Madiun di Jawa Timur memiliki sederet bangunan cagar budaya menawan. Di antaranya Gedung Balai Kota Madiun, Gereja Santo Cornelius, Bakorwil, rumah Kapiten China, komplek klenteng, hingga pabrik Gula Redjo Agung.

Bangunan-bangunan kuno tersebut sangat menarik dijadikan objek fotografi. Dengan teknik memotret yang tepat akan membuat benda cagar budaya itu semakin bernilai artistik.

"Sebelum memotret, seorang fotografer harus bisa menentukan waktu yang tepat supaya mendapatkan foto yang sesuai keinginan. Karena pengambilan foto pada waktu yang berbeda akan menghasilkan gambar yang berbeda," kata fotografer profesional Yuyung Abdi kepada peserta workshop fotografi bertema Warisan Budaya dalam Simbol Visual di The Sun Hotel Madiun, Kamis (6/12/2018) siang.

Yuyung menuturkan waktu pengambilan gambaran sangat menentukan apa yang menjadi keinginan forografer. Dia mencontohkan untuk pengambilan gambar yang lebih menekankan pada detail bisa dilakukan pada pagi atau siang hari.

Namun, saat menghendaki objek foto lebih artistik bisa mengambil gambar pada malam hari.

Dalam workshop itu, Yuyung menyampaikan saat akan mengambil gambar dengan objek bangunan cagar budaya harus lebih menonjolkan bangunan. Tidak boleh ada unsur lain yang lebih dominan dari bangunan itu.

Doktor di bidang fotografi itu mencontohkan beberapa foto yang diambil di klenteng Kota Madiun. Foto klenteng itu diambil dari berbagai sudut pandang. Kemudian peserta diminta untuk menganalisis foto tersebut.

Pengambilan foto bangunan cagar budaya juga harus memperhatikan elemen-elemen yang menguatkan bangunan tersebut. Simbol-simbol yang menjadi ikon bangunan juga harus mendapatkan porsi cukup supaya gambar yang dibidik lebih bermakna.

"Fotografer harus memahami simbol budaya sebelum memotret bangunan sejarah. Supaya foto yang dihasilkan tidak meninggalkan esensi dari bangunan itu," kata dia.

Yuyung menambahkan mengambil gambar benda cagar budaya yang juga perlu diperhatikan adalah soal perspektif. Jangan sampai bangunan terlihat bengkok maupun seperti jatuh dalam foto.

"Dalam memotret benda cagar budaya bisa menggunakan tiga sudut pengambilan gambar yaitu high angle, eye level, dan low angle. Untuk teknik yang tepat tergantung apa yang ingin ditonjolkan," ujar Yuyung Abdi kepada 180 peserta workshop yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya