Pulang Sekolah, 2 Pelajar di Ngawi Tewas Tabrak Pembatas Jembatan

Polisi menunjukan sepeda motor N-Max yang dikendarai dua pelajar SMPN 2 Ngawi setelah menabrak pembatas jembatan di Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa (13/11 - 2018) sore. (Istimewa/Polres Ngawi)
14 November 2018 10:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI - Dua pelajar SMPN 2 Ngawi meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jl. Raya Ngawi-Maospati tepatnya di jembatan Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa (13/11/2018) sore. Dua pelajar yang berboncengan mengendarai sepeda motor itu menabrak besi pembatas jembatan.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jl. Ngawi-Maospati pada Selasa sore. Ada dua pelajar yang meninggal dalam kecelakaan itu antara lain Hafid Raehan Hagi dan Indra.

"Hafid ini merupakan warga Desa Jeblogan, Kecamatan Paron. Sedangkan Indra merupakan warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi. Indra ini merupakan putra kepala kecamatan Gerih," kata dia.

Eko menuturkan kedua pelajar kelas VIII SMP ini sehabis sekolah hendak pulang ke rumah. Kedua pelajar itu berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max berpelat nomor AE 5801 MN. Sepeda motor itu melaju dari arah selatan dengan kecepatan yang cukup kencang.

Saat tiba di lokasi kejadian, pelajar itu tidak dapat menguasai laju kendaraan hingga akhirnya menabrak besi pembatas jembatan Desa Klitik. Kedua pelajar itu langsung meninggal seketika di lokasi kejadian.

"Dari lokasi kejadian, kedua jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSU Soeroto Ngawi. Sedangkan kasus laka ditangani Unit Laka Polres Ngawi," kata dia.

Diduga pelajar itu ugal-ugalan dalam mengendarai sepeda motor hingga akhirnya tidak menguasai laju dan menabrak pembatas jembatan. Jenazah kedua pelajar juga telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.