Dropping Air untuk 5.000 Warga Magetan Disetop, Ini Alasan BPBD

Warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mengambil air yang dikirim BPBD Magetan, Senin (15/10 - 2018). (Istimewa/BPBD Magetan)
13 November 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan telah menghentikan distribusi air bersih untuk 5.000 warga terdampak kekeringan. Hal ini karena sumber-sumber air bersih di wilayah setempat sudah terisi dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan hujan dengan intensitas cukup tinggi telah mengguyur wilayah Magetan sejak Rabu (7/11/2018). Sehingga sumber-sumber air di beberapa desa yang pada musim kemarau lalu mengalami kekeringan mulai terisi.

Dengan keterisian sumber air ini, warga yang mengalami kekeringan pada musim kemarau lalu sudah tidak lagi kesulitan mencari air. Untuk itu, pihak BPBD yang sudah berbulan-bulan mendistribusikan air ke tiga desa yang mengalami kekeringan telah menghentikan distribusi air bersih sejak Sabtu (10/11/2018).

"Sudah kami hentikan distribusi air ke desa-desa yang kekeringan. Kemarin saya sudah menghubungi perangkat desa yang mengalami kekeringan, saat ini sudah ada air bersih," ujar dia saat dihubungi Madiunpos.com, Selasa (13/11/2018).

Fery Yoga Saputra menyampaikan kekeringan sebulan lalu sempat meluas hingga mengakibatkan 5.000 orang di Magetan kesulitan mencari air bersih. Desa yang terdampak kekeringan antara lain Desa Sayutan dan Desa Kuwon.

Selama musim kemarau, masyarakat yang mengalami krisis air bersih mengandalkan dropping air bersih dari BPBD. Air bersih yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan seperti memasak, minum, MCK, dan memberi minum ternak.

BPBD Magetan pun sempat menambah dropping air bersih untuk desa-desa yang terdampak kekeringan. Dari awalnya tiga hari sekali menjadi dua hari sekali.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya