KPU Kabupaten Kediri Bikin Gerakan Melindungi Hak Pilih, Mau Gabung?

Ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
18 Oktober 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, meluncurkan gerakan melindungi hak pilih (GMHP) menjelang perhelatan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Pilpres 2019 mendatang.

KPU berharap seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk mengecek data dirinya guna memastikan apakah sudah tercantum dalam daftar pemilih atau belum yang dibuktikan dari nomor induk kependudukan (NIK).

Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaruiswara di Kediri, Rabu (17/10/2018), mengakui tahapan pemilu ini cukup panjang, sehingga dibutuhkan komitmen dari semua pihak.

"Bukan hanya komitmen, melainkan juga implementasinya. Para tim sukses dan partai politik juga diharapkan bisa memegang teguh komitmen tersebut," ungkap dia.

Kegiatanitu dihadiri oleh tim sukses dari dua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta pantai pendukung. Selain itu, dari Forpimda Kabupaten Kediri juga turut serta hadir di acara ini.

Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri, jumlah daftar pemilih mencapai 1,2 juta yang tersebar di 26 kecamatan. Aspirasi mereka akan disalurkan di 5.511 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di 344 desa. Saat ini, KPU juga fokus melakukan pendataan bagi pemilih pindahan serta pemilih potensial lainnya, dengan harapan semua warga yang berhak mempunyai hak pilih bisa menyalurkan aspirasinya dalam Pemilu 2019.

Pada Rabu, KPU Kabupaten Kediri  juga menggelar deklarasi kampanye damai sebagai upaya menyatukan persepsi dan komitmen bagi peserta pemilu, sehingga bisa tercipta Pemilu 2019 secara damai.

"Kami sengaja mengadakan kegiatan ini, untuk menyatukan persepsi dan komitmen para peserta di Pemilu 2019. Hal paling utama, tentang pentingnya kampanye damai di tengah masyarakat. Terlebih lagi, pada masa kampanye pemilu ini," kata Sapta Andaruiswara.

Dia menambahkan kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar ikut mencegah munculnya praktik kecurangan seperti politik uang. Masyarakat juga lebih memahami pentingnya pemilu dan bukan hanya tentang politik praktis.

Sapta juga meyakini masyarakat sekarang ini sudah lebih cerdas dan sanggup untuk menentukan pemimpin yang sesuai dengan visi serta misi mereka. Masyarakat juga lebih pintar dan tidak mudah terpengaruh dengan politik praktis.

Pihaknya juga mengajak serta masyarakat agar melakukan kampanye edukatif, yang aman, serta menjaga kerukunan beragama. Selain itu, diharapkan masyarakat juga tidak terpengaruh dengan hoaks atau berita bohong, sehingga tidak mudah terprovokasi.

"Saat ini masyarakat sudah cerdas dan sanggup menganalisa siapa pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat. Masyarakat jgua harus ikut menjaga agar tercipta pemilu yang aman, edukatif serta menjaga kerukunan masyarakat," kata Sapta.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara