Pemkab Blitar Minta Izin Impor 100.000 Ton Jagung untuk Pakan Ternak

Penjaga kios, Seno, menuang pakan ternak jenis jagung lokal di Pasar Nongko, Solo, Selasa (16/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
17 Oktober 2018 22:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Krisis pakan ternak berupa jagung telah berlangsung di Kabupaten Blitar dalam satu bulan  bulan terakhir. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengajukan izin impor jagung sebanyak 100.000 ton.

Sekretaris Koperasi Peternak Unggas Rakyat Sejahtera Blitar Rofi Yasifun mengatakan pemerintah lewat Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto  dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita telah menyetujui usulan Bupati Blitar itu.

“Mulai hari ini proses perizinan terhadap impor jagung mulai dilakukan,” ujarnya saat dihubungi dari Malang, Selasa (16/10/2018), di sela-sela pertemuan peternak dengan Dirjen Tanaman Pangan dan Dirjen PKH di Blitar.

Namun pihaknya masih belum tahu lembaga yang akan ditunjuk untuk melakukan impor jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam. Kemungkinan besar, ungkap dia, impor itu dilakukan oleh Bulog,

Lebih lanjut dia menerangkan peternak ayam juga mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan mendatangkan jagung milik perusahaan Feed Mill dari Surabaya sebanyak 100 ton.

Jagung tersebut dipatok seharga Rp4.600/kg, sesuai dengan harga yang diinginkan peternak. Untuk diketahui, kebutuhan ayam petelur terhadap jagung untuk kebutuhan pakan ayam, mencapai 1.000-2.000 ton/hari.

Untuk jangka panjang, Kementan membantu petani Kabupaten Blitar menanam jagung dengan luasan 50.000 hektare berupa benih dan traktor 5 unit. Penanaman jagung di lahan seluas 50.000 hektare tersebut, kata dia, dilakukan pada musim tanam tahun ini.

Agar hasil tanam jagung tanam nanti tidak dijual ke pihak lain, maka peternak rakyat melalui koperasi dan petani melakukan perjanjian kerja sama. Intinya, jagung akan dijual ke peternak dengan harga yang telah disepakati.

Kementan juga membantu peternak dryer dengan kapasitas besar untuk memproses jagung agar memenuhi unsur kekeringan sehingga tepat digunakan untuk pakan ternak ayam.

Terkait pasokan jagung sampai dengan jagung hasil impor datang, dia masih belum mengetahuinya. Namun peternak berharap pasokan jagung akan terus ada sampai jagung impor tiba di Blitar.

Jika skema kerja sama petani dan peternak di Blitar berhasil dilakukan, diprediksikan impor jagung hanya dilakukan satu kali dengan volume 100.000 ton.

Selebihnya, peternak akan dapat dipenuhi kebutuhan jagungnya dari petani Blitar lewat skema kerja sama tersebut. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya