Pemkab Ponorogo Umrahkan 171 Kiai dan Marbut

Ilustrasi umrah (Setkab.go.id)
16 Oktober 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan memberangkatkan kiai dan marbut musala serta masjid ke Tanah Suci untuk ibadah umrah.

Ada 171 kiai dan marbut yang akan diberangkatkan umrah pada tahun ini. Plt. Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo, Sumani, mengatakan jumlah pendaftar program ini sangat banyak dan melibihi kuota.

"Dari laporan sementara, di semua kecamatan pendaftarnya sangat banyak. Bahkan ada pendaftar yang langsung mengirim berkas ke Bagian Kesra Setda Kabupaten Ponorogo. Pendaftar yang langsung ke kabupaten jumlahnya bahkan mencapai dua kali lipat kuota di masing-masing kecamatan," kata dia dalam siaran pers yang dikutip Madiunpos.com, (16/10/2018).

Sumani menuturkan pendaftaran program ini dilakukan secara berjenjang. Panitia kecamatan bertugas melakukan verifikasi dan seleksi awal seperti persyaratan calon peserta.

Syarat-syarat untuk ikut program ini yaitu usia harus di atas 40 tahun, sudah cukup lama mengabdi, dan tidak digaji.

Dia menuturkan panitia agak kesulitan menemukan calon peserta yang merupakan kiai dan marbut yang selama ini mengurus masjid. Selain itu, mereka juga mengimami salat lima waktu di masjid.

Pengumpulan berkas sudah ditutup sejak Jumat (12/10/2018) lalu. Berkas kemudian dikumpulkan dan diseleksi di tingkat kecamatan lebih dahulu. Setelah itu, berkas akan dikirim ke tingkat kabupaten dan diseleksi.

Panitia seleksi terdiri dari MUI Ponorogo, pengurus NU Ponorogo, pengurus Muhammadiyah Ponorogo, dan sejumlah ulama yang mengerti kondisi Ponorogo.

"Senin [15/10/2018] berkas dibawa ke pansel di tingkat kabupaten untuk diseleksi lagi," jelas dia.

Kuota setiap kecamatan sudah ditentukan, namun panitia tetap akan membuat daftar cadangan apabila yang mendapatkan jatah berangkat mengalami sesuatu hal, yang memiliki grade di bawahnya bisa menggantikan.

Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan program ini sudah dianggarkan di APBD 2018 dengan dana senilai Rp4 miliar. Program ini untuk memberikan apresiasi kepada paea kiai dan marbut yang telah mengabdi bagi masyarakat dan agamanya.