5 Pengedar Narkoba Antarprovinsi Dibekuk di Terminal Madiun

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
26 September 2018 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Lima tersangka pengedar narkotika jaringan antarprovinsi yang berasal dari Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau, ditangkap di Terminal Madiun, Jawa Timur, Senin (24/9/2018).

Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra di Surabaya, Rabu (26/9/2018), mengatakan lima tersangka yang ditangkap yakni berinisial ZM, 36, asal Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau; M.R.,  43, warga Deli Serdang, Sumatra Utara, SB, 43, asal Bangkalan, Jawa Timur dan ML, 45, asal Sampang, dan RMI, 24, asal Malang, Jawa Timur.

"Penangkapan ini berawal dari adanya informasi peredaran gelap narkotika di daerah Bangkalan. Setelahnya kami melakukan pemutusan jaringan peredaran yang berasal dari Selat Panjang di Provinsi Riau. Menggunakan jalur laut, sampai darat [Pekan Baru] menuju ke Jatim. Pintu masuk menggunakan bus melalui wilayah Madiun," ungkapnya.

Kemudian dikembangkan ke arah pemodal dan siapa pengendalinya sehingga SB sama berperan sebagai penyandang dana ditangkap di Kota Surabaya. Setelah itu, BNNP menagkap RMI yang berperan sebagai pengendali di lapangan dan ML yang memiliki akses ke bandar besar Malaysia di desa Dampit, Kabupaten Malang.

"Seluruh tersangka masih satu jaringan dan terlibat peredaran narkotika antarprovinsi," ujarnya.

Dari penangkapan itu diamankan 4.000 gram bruto narkotika jenis methaphetamine (sabu-sabu), empat unit telepon genggam, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z, empat lembar ATM dan satu unit mobil.

"Yang menarik metaphetamine atau sabu-sabu ini belum dipecah atau masih dalam bentuk keras. Jadi kalau beli satu kilo atau dua kilo ya secara langsung, orang tidak akan tanya," ujarnya.

Wisnu mengungkapkan produk serupa sebelumnya pernah diungkap oleh pihaknya dengan barang bukti enam kilogram. Produk ini biasanya masuk di Indonesia atau wilayah Jatim dalam satuan kilo.

"Untuk kualitas, kualitasnya pasti bagus. Kita baru mendapatkan, masih akan berkoordinasi dengan BNN di Jakarta terkait produk yang ditemukan," ucapnya.

BNNP selanjutnya akan melakukan penyidikan lebih lanjut dengan tersangka dijeral pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), UU RI No. 35 th 2009 tentang Narkotika.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara