Pakde Karwo Bagikan Tips Menangani Kemiskinan

Soekarwo atau Pakde Karwo (Bisnis/Wahyu Darmawan)
25 September 2018 14:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo pada Senin (24/9/2018) telah melantik 12 pasangan kepala daerah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Gubernur berpesan pasangan yang telah dilantik agar fokus menangani masalah kesejahteraan masyarakat.

Dilansir Antara, 12 pasangan kepala daerah terpilih yang dilantik rinciannya Bupati/Wakil Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko, Bupati/Wakil Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan Mohni, Bupati/Wakil Bupati Bojonegoro Anna Mu'awannah dan Budi Irawanto, serta Bupati/Wakil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Marhaen Djumadi. 

Kemudian, Bupati/Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Raja'e, Bupati/Wakil Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf dan KH A Mujib Imron, Bupati/Wakil Bupati Magetan Suprawoto dan Nanik Endang Rusminiarti, serta Bupati/Wakil Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto.

Selain itu, Bupati/Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Indah Amperawati, Bupati/Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rachmat, Bupati/Wakil Bupati Jombang Mudjidah Wahab dan Sumrambah, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota Malang Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.

Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, mengatakan masalah kesejahteraan seperti dari sektor kesehatan hingga kemiskinan masih terjadi. "Masalah kesejahteraan harus segera ditangani bersama dengan para stakeholder pemerintah dan masyarakat," katanya dalam rilis yang diterima Bisnis/JIBI, Senin (24/9/2018).

Dia mencontohkan masalah kesejahteraan di Kabupaten Probolinggo yang merupakan daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak nomor 3 yakni sebanyak 225.130 jiwa. Jumlah tersebut mencapai 20,52% dari total penduduk miskin di Jawa Timur.

Masalah lain terjadi di Kabupaten Bangkalan yakni adanya kasus stunting atau kekurangan gizi kronis dengan persentase tertinggi se-Jatim sebesar 43%. Di kabupaten ini juga ditemukan sebanyak 260 kasus kusta atau yang terbanyak ke-4 se-Jatim.

Masalah kesehatan lainnya juga terjadi di Kabupaten Nganjuk yang memiliki kasus kematian bayi sebanyak 147 kasus atau jumlah terbanyak ke-8 se Jatim.

Tak lepas dari masalah kesehatan tersebut, kata Pakde Karwo, kepala daerah terpilih juga harus mengutamakan layanan masyarakat dan pembangunan dalam menggunakan APBD yang transparan.

"Tidak ada kabupaten/kota yang berjalan sendiri tanpa mengikuti arahan dan program dari pusat yang turun ke provinsi dan dari provinsi sampai ke kabupaten/kota. Untuk itu kepala daerah perlu melakukan hubungan kerjasama dengan daerah lain untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan," ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya