1 Caleg di Kota Madiun Diawasi 60 Sukarelawan

Perwakilan perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan menandatangani MoU dengan Bawaslu Kota Madiun, Minggu (23/9 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
24 September 2018 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Setiap calon anggota legislatif (caleg) di Kota Madiun akan diawasi sebanyak 60 sukarelawan partisipatif. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun menggandeng 21.000 mahasiswa dan anggota organisasi kepemudaan untuk mengawasi gerak-gerik para caleg.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan Bawaslu Kota Madiun telah meneken MoU dengan tujuh perguruan tinggi dan lima organisasi kepemudaan untuk membantu Bawaslu dalam mengawasi para caleg di Kota Madiun.

Ada sebanyak 21.000 orang dari 12 lembaga itu yang menjadi sukarelawan.

"Kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi seperti Unipma, Unmer, Poltek, Widya Manggala, STAI Madiun. Selain itu untuk organisasi kepemudaan ada Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Katolik, Pramuka, Pemuda Kristen," kata dia seusai Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Perguruan Tinggi dan Organisasi Kepemudaan di Kota Madiun, Minggu (23/9/2018).

Kokok menuturkan di Kota Madiun ada sebanyak 325 caleg. Sehingga kalau dirata-rata satu caleg diawasi 60 sukarelawan. Selain mengawasi caleg, sukarelawan juga mengawasi tim kampanye presiden.

Para sukarelawan ini nantinya akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman teknis mengenai pengawasan dan pelaporan. Saat mereka mengetahui ada caleg atau timses calon presiden yang melakukan pelanggaran bisa dilaporkan kepada Bawaslu.

Bahkan ada usulan dari perguruan tinggi untuk menjadikan pengawasan ini menjadi tema kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

"Mereka ini akan mengawasi caleg yang melakukan kampanye hitam, menyebar berita bohong, hingga politisasi SARA, dan melakukan money politics," jelas dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya