Petani Tewas Tertabrak KA Argo Wilis di Ngawi

Petani bernama Suyitno meninggal dunia setelah tertabrak KA Argo Wilis di Dusun Salak, Desa Gemarang, Kedunggalar, Ngawi, Senin (17/9 - 2018). (Istimewa/Polres Ngawi)
17 September 2018 14:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Seorang pengendara sepeda motor tertabrak kereta api Argo Wilis di perlintasan kereta api tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Senin (17/9/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pengendara sepeda motor bernama Suyitno, 35, itu diduga tidak mendengar saat kereta melintas.

"Benar, tadi pagi ada seorang petani bernama Suyitno meninggal setelah tertabrak kereta api Argo Wilis di perlintasan tanpa pintu di Desa Gemarang," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, kepada Madiunpos.com, Senin siang.

Eko Setyo Martono menuturkan Suyitno saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega tanpa pelat nomor dari arah utara ke selatan. Sebelum melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu, warga yang ada di sekitar lokasi kejadian sempat meneriaki Suyitno untuk memberi tahu ada kereta api lewat.

Namun, teriakan tersebut tidak didengar dan Suyitno pun langsung menerjang perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu.

"Korban tidak dengar teriakan warga karena korban memang menderita bisu dan tuli. Sehingga korban langsung menerabas perlintasan dan ada kereta Argo Wilis yang melintas," jelas dia.

Hingga akhirnya kereta api Argo Wilis dengan nomor lokomotif LOGCC2061321 yang berjalan dari arah Madiun ke Solo itu menabrak sepeda motor Suyitno. Sepeda motor yang dikendarai Suyitno pun terseret hingga 50 meter dari titik lokasi kejadian.

"Korban yang merupakan warga Desa Sekar Putih, Kecamatan Widodaren, itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi," terang Eko.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya