KISAH TRAGIS : Diduga Depresi, Penderita HIV/AIDS di Ngawi Gantung Diri

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
16 Maret 2017 10:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Kisah tragis, seorang pengidap HIV/AIDS di Ngawi bunuh diri karena depresi.


Madiunpos.com, NGAWI -- Satu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berinisial ST, 60, warga Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, ditemukan gantung diri di kamarnya, Rabu (15/3/2017). ST diduga bunuh diri karena depresi lantaran penyakit HIV/AIDS yang dideritanya tak sembuh.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan jasad pria yang bekerja sebagai petani itu ditemukan oleh saudaranya, W. Saat itu, W hendak memberikan makan siang kepada ST.


Eko menuturkan penemuan mayat tersebut bermula saat W mengirim sarapan ditaruh di depan pintu kamar ST Rabu pagi. Saat itu, ia tidak mencurigai apa pun karena mengira ST masih tidur.


Siang harinya, W kembali membawa makan siang untuk ST. Namun ia melihat makanan untuk sarapan ST masih utuh dan pintu kamar tertutup. Karena curiga, W membuka pintu kamar dan melihat ST telah meninggal dunia dengan tubuh tergantung di atap kamar.


"Awalnya W tidak menaruh curiga apa pun saat memberikan makanan untuk sarapan ST. Namun, saat memberikan makan siang baru curiga dan melihat ST telah meninggal dunia," kata Eko, Rabu.


Atas temuannya itu, kata Eko, W langsung memberitahukan kepada warga dan melaporkan hal itu ke Polsek Mantingan. Setelah diturunkan, jasad ST kemudian dibawa ke Puskesmas setempat.


Informasi dari keluarga, ST sejak lama mengidap penyakit HIV/AIDS dan tidak kunjung sembuh. ST diduga depresi terhadap penyakitnya itu dan memilih untuk bunuh diri.


Dari pemeriksaan tim dokter, di jasad ST tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Setelah divisum, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. "Keluarga telah menerima kejadian ini dan menganggap ini sebagai musibah," terang Eko.