Bahaya! 194 Perlintasan KA di Daops VII Madiun Tak Berpalang Pintu

Pengendara sepeda motor melewati perlintasan sebidang tidak resmi jalur rel kereta di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/6 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
15 Desember 2018 13:15 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) VII Madiun mencatat sebanyak 194 jalan pintu perlintasan (JPL) kereta api di wilayah kerjanya tidak berpalang pintu dan tidak terjaga sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.

Jumlah keseluruhan JPL di wilayah Daops VII Madiun mencapai 342 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 270 unit JPL merupakan perlintasan resmi, 67 perlintasan tidak resmi (liar) dan lima perlintasan lainnya tidak sebidang.

"Dari 270 JPL resmi yang ada, yang terjaga dan terdapat palang pintu hanya 76 JPL saja, sisanya sebanyak 194 JPL belum terjaga," ujar Manajer Humas PT KAI (Persero) Daops VII Madiun Ixfan Hendri Wintoko di Madiun, Sabtu (15/12/2018).

Dia menambahkan selain 194 perlintasan tidak terjaga, masih terdapat 67 perlintasan liar atau JPL tidak berizin yang secara otomatis tidak berpalang pintu dan tidak terjaga petugas sehingga rawan terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan lain.

Meskipun perlintasan tersebut belum dilengkapi palang pintu dan tidak dijaga petugas, PT KAI telah melengkapi sejumlah perlintasan itu, terlebih perlintasan yang resmi, dengan rambu-rambu yang cukup jelas.

"Para pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati saat melalui JPL tersebut, meskipun sejumlah rambu-rambu lalu lintas telah dipasang di jalur itu. Terlebih saat masa angkutan Natal 2018 dan Tahun baru 2019 yang terjadi peningkatan trafik," terang Ixfan Hendri Wintoko.

PT KAI mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.

"Namun, kenyataannya masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan. Penyebabnya karena pengguna jalan kurang berhati-hati dan menerobos perlitasan pada saat ada kereta yang lewat," kata dia.

Data KAI mencatat dari tahun ke tahun terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang di seluruh wilayah Daops PT KAI. Pada 2016 terjadi 295 kecelakaan, meningkat menjadi 448 kecelakaan pada 2017, dan per 30 November 2018 telah terjadi 341 kecelakaan.

Selain mengimbau para pengguna jalan untuk taat peraturan lalu lintas, Daops VII Madiun juga berencana menutup sebanyak 125 jalur perlintasan langsung ilegal di wilayah kerjanya demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Dari 125 JPL ilegal yang ditargetkan ditutup tersebut, sejauh ini sudah terealisasi 86 JPL yang tertutup. Sedangkan sisanya sebanyak 39 JPL yang belum ditutup, ditargetkan secepatnya.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara