3.600 Buku Digital Bisa Diakses Via Aplikasi iMadiun

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto me-launching perpustakaan digital milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun di Asrama Haji, Kamis (13/12 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
13 Desember 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun me-launching aplikasi perpustakaan digital yang diberi nama iMadiun. Perpustakaan digital ini berisi ribuan buku dengan berbagai judul yang bisa dibaca masyarakat secara gratis.

Aplikasi iMadiun ini bisa di-download di Play Store untuk smartphone Android. Selain bisa di-download melalui gadget, perpustakaan digital ini juga bisa dinikmati dari laptop maupun komputer.

Ukuran aplikasi iMadiun ini sebesar 22 MB. Setelah mengunduh aplikasi ini, pengguna bisa mendaftarkan diri dengan mengisi email. Setelah disetujui pengunjung bisa menikmati dan membaca seluruh koleksi buku yang ada di perpustakaan digital tersebut.

Perpustakaan digital milik Pemkot Madiun ini di-launching secara resmi oleh wali kota Sugeng Rismiyanto di Asrama Haji setempat, Kamis (13/12/2018) siang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, mengatakan jumlah koleksi buku di perpustakaan digital ini ada sebanyak 3.600 judul. Setiap tahun koleksi perpustakaan digital ini akan ditambah supaya lebih lengkap.

"Setiap tahun akan bertambah terus koleksinya. Kalau ada terbitan baru langsung kita beli," ujar dia kepada wartawan.

Ahsan menyampaikan perpustakaan digital ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis untuk mengakses koleksi buku di perpustakaan. Dia berharap masyarakat bisa mengakses perpustakaan digital ini dengan memanfaatkan internet gratis yang telah dipasang di setiap kelurahan.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyampaikan masyarakat bisa memanfaatkan perpustakaan digital ini sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

"Kita tahu Kota Madiun tidak memiliki cukup sumber daya alam. Untuk itu kita harus memajukan sumber daya manusia yang dimiliki," ujar Sugeng.

Menurut dia SDM yang berkualitas dapat membantu daerahnya untuk mencapai pembangunan yang berkualitas. Pembuatan perpustaan digital ini menjadi cara untuk menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi, sumber kebudayaan, dan sumber rekreasj.

Pengembangan perpustakaan digital ini juga sebagai respon terhadap perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0. Dalam zaman serba canggih ini, masyarakat dihadapkan dengan tekhnologi informasi.

"Dengan adanya perpustakaan digital ini, masyarakat bisa dengan mudah mengakses sumber informasi yang akurat dan berasal dari sumber yang jelas," ujar Sugeng. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya